Densus 88 Geledah Kantor LSM di Jogja, Satu Truk Dokumen Keuangan Diangkut

Situasi kantor LSM di Jalan Suryodiningratan, Kampung Kumendaman RT 30/RW 08, Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta.

Yogyakarta, Sumselupdate.com – Setelah menangkap dan menggeledah rumah terduga teroris di Kabupaten Sleman dan Bantul, Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri menyasar Kota Yogyakarta untuk mengembangkan penyelidikan.

Sebuah kantor Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang terletak di Jalan Suryodiningratan, Kampung Kumendaman RT 30/RW 08, Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta digeledah Densus 88, Minggu (4/4/2021). Satu buah truk berisi dokumen dan alat elektronik diamankan petugas.

Bacaan Lainnya

Ketua RT 30, Setyo Karjono (58) menerangkan bahwa penggeledahan kantor LSM dengan cat berwarna putih merah tersebut dilakukan sekitar pukul 14.00 WIB.

“Benar saya diminta untuk mendampingi dan ada yang menghubungi dari Densus yang akan menggeledah kantor dua lantai itu,” terang Setyo, Minggu seperti dikutip dari suara.com jaringan nasional sumselupdate.com.

Setyo mengatakan ada banyak dokumen yang diamankan. Pihaknya tak mengetahui persis isi dokumen tersebut namun terlihat ada tulisan soal dana di beberapa lembar kertas.

“Banyak sekali yang dibawa, dokumen terkait dana dan keuangan, lalu ada sejumlah celengan, komputer dan alat-alat kantor. Aparat juga mengecek satu-satu dokumen itu dan saya hanya diminta menyaksikan saja,” terang dia.

Dalam penggeledahan terdapat dua karyawan yang berada di dalam kantor. Disinggung apakah kedua karyawan laki-laki tersebut ikut diamankan, Setyo tak mengetahui pasti.

“Jadi selain saya, ada dua karyawan kantor LSM ini yang menunjukkan ruangan. Tidak hanya dokumen yang saya lihat, ada juga brosur-brosur yang tulisannya soal keagamaan,” kata dia.

Penggeledahan dilakukan hampir tujuh jam lamanya. Sekitar pukul 19.00 wib, petugas aparat meninggalkan lokasi dan membawa satu truk berisi dokumen dan alat kantor keluar.

Dari pantauan Suarajogja, pukul 19.15 wib, kantor LSM tersebut sudah tertutup rapat. Di pagarnya terpasang garis polisi yang melintang di seluruh pagar. Beberapa bekas banner berserakan di halaman depan kantor tersebut.

Bangunan dua lantai bercat merah putih tersebut baru saja dijadikan kantor LSM. Setyo menuturkan sejak 2019 akhir kantor itu baru beroperasi.

“Sebelumnya kan digunakan untuk semacam percetakan. Setelah itu masa kontrak mungkin habis dan diambil alih oleh LSM ini. Jadi memang dulunya rumah, terus oleh pemilik dijadikan bangunan usaha, mungkin seperti itu,” katanya.

Seorang saksi mata yang juga petugas keamanan di sekitar lokasi, Agung menerangkan bahwa kantor LSM itu sudah beroperasi sejak akhir 2019.

“Jika bangunan berdiri sudah lama, tapi baru digunakan untuk kantor LSM itu ya akhir 2019 mau ke tahun 2020. Beroperasi setiap hari dan tidak pernah tutup,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Densus 88 mengamankan dan menggeledah rumah sejumlah terduga teroris di DIY. Kabupaten Bantul menjadi lokasi terbanyak dimana diamankan sebanyak 4 orang terduga teroris.

Beberapa orang yang diamankan, terlibat dan bekerja di salah satu LSM yang berkaitan dengan penyaluran bantuan dana. Terduga teroris DS yang berada di Padukuhan Jomboran RT 6, Sewon Bantul pernah bekerja di sebuah LSM. DS diketahui pernah menjabat sebagai bendahara di LSM itu.

Sementara terduga teroris berinisial W (40) yang tinggal di Padukuhan Widoro RT 3, Sewon, Kabupaten Bantul juga sempat bekerja di LSM penyalur bantuan dana.

Keduanya saat ini diketahui sudah tak bekerja dan keluar dari LSM itu. (adm3/sur)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.