Demo di DPR Berakhir Ricuh, Sejumlah Polisi Terluka

Polisi dilarikan ke ambulans. (Ahmad Bil Wahid/detikcom)

Jakarta, Sumselupdate.com – Demonstrasi yang digelar di DPR RI berakhir ricuh, Senin (30/9/2019). Bahkan, kericuhan di kawasan sekitar DPR RI meluas hingga ke arah Jalan Asia Afrika mengarah ke Senayan City.

Ada polisi terluka yang dibantu petugas medis dari ambulans Pemprov DKI Jakarta.

Bacaan Lainnya

Pantauan detikcom di Jalan Asia Afrika, Jakarta, sekitar pukul 19.55 WIB, Senin (30/9/2019), terlihat ada aparat kepolisian yang mendapat perawatan dari rekannya di trotoar. Berselang beberapa menit, terlihat ambulans Pemprov DKI datang.

Petugas ambulans terlihat keluar membawa brankar yang digunakan untuk mengangkat petugas yang tadinya dirawat di pinggir trotoar itu. Aparat tersebut kemudian diangkat dimasukkan ke dalam ambulans.

Terlihat ada aparat lain yang ikut menemani di dalam ambulans. Setelah itu, ambulans berangkat ke arah Palmerah.

Polisi berupaya membubarkan massa yang terlibat kericuhan. Mereka membentuk barikade dan melepaskan gas air mata untuk memukul mundur massa ke arah Senayan City.

Sebelumnya, aksi pada hari ini sedianya dilakukan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Indonesia di depan gedung MPR/DPR, yakni sekitar Jalan Gatot Subroto.

Demo di sekitar DPR. (Rifkianto Nugroho/detikcom)

 

Mereka punya tujuan yang jelas, yakni mendesak penerbitan Perppu untuk mencabut UU KPK hasi revisi DPR hingga penyampaian solidaritas terhadap rekan-rekannya yang ‘tumbang’ ketika aksi 24 September 2019.

“Hari ini kita membawa mawar sebagai tanda dukacita kita terhadap rekan-rekan kita yang jadi korban dari proses 24 September kemarin. Kami juga menandakan dukacita bahwasanya korupsi saat ini semakin dikorupsi, reformasi saat ini semakin dikorupsi,” kata Ketua BEM UI Manik Marganamahendra di Jalan Gatot Subroto.

Namun massa tak hanya berkumpul di Jalan Gatot Subroto. Kelompok yang memakai seragam sekolah tingkat atas berkerumun di Jalan Tentara Pelajar, belakang gedung DPR.

Pantauan di lokasi massa masih bertahan di sejumlah titik. Kericuhan awalnya diketahui meletus di belakang gedung DPR, menyusul kemudian rusuh di depan kantor anggota Dewan.

 

Titik-titik Berkumpulnya Massa

1 Jl Tentara Pelajar

Pantauan di Jalan Tentara Pelajar sekitar pukul 16.35 WIB, massa pelajar awalnya meminta polisi membuka pintu DPR. Mereka terus beryel-yel hingga akhirnya menimpuki polisi dengan benda-benda keras seperti bebatuan dan botol kaca.

Para pelajar ini terus-menerus menyerang aparat hingga akhirnya gas air mata diletuskan. Tensi demonstrasi di sekitar belakang gedung DPR naik-turun. Sejenak ‘beristirahat’, massa kembali menyerbu polisi.

Massa sempat menyebar ke arah Pasar Palmerah. Namun, per pukul 18.48 WIB, massa kini hanya bisa bertahan di Jalan Tentara Pelajar.

2. Jalan Gatot Subroto arah Slipi, depan Gedung DPR

Penyampaian aspirasi di Jalan Gatot Subroto depan gedung DPR awalnya berlangsung kondusif. Tiba-tiba, massa berseragam pelajar memasuki ruas JalanTol Dalam Kota.

Aksi pelajar tersebut mengganggu lalu lintas Tol Dalam Kota. Polisi sempat meminta bantuan kepada mahasiswa untuk ‘mengusir’ para pelajar dari dalam tol dan demonstran dari berbagai kampus sempat membantu aparat.

Pada pukul 17.52 WIB, kericuhan pecah di lokasi demonstrasi mahasiswa. Ada lemparan batu dari arah dalam Tol Dalam Kota.

Polisi berupaya memecah konsentrasi massa dengan menembakkan gas air mata dan semprotan water cannon. Massa membalas dengan lemparan batu hingga petasan.

3. Dekat Kantor TVRI

Setelah kericuhan pecah di depan gedung DPR, massa bergeser ke arah Jalan Gerbang Pemuda. Mereka menghindari asap dari gas air mata.

Massa masih bertahan di lokasi tersebut. Polisi berjaga di depan gedung MPR/DPR

4. Di Belakang BPK

Polisi membuat barikade menutup jalan depan gedung BPK arah Semanggi. Polisi menghalau massa yang sempat berkumpul di depan BPK.

Pantauan di lokasi pukul 18.30 WIB, Senin (30/9/2019), polisi membuat barisan menghadap ke arah Semanggi. Tak lagi terlihat massa di lokasi setelah sempat ricuh. (dtc/hyd)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.