Tuntut Perppu UU KPK, Besok Mahasiswa Demonstrasi di Depan Istana

Demo mahasiswa di Bandung yang berujung kericuhan.

Jakarta, Sumselupdate.com – Mahasiswa dari sejumlah universitas di seputaran Jakarta berencana menggelar demonstrasi pada peringatan Hari Sumpah Pemuda, Senin (28/10) besok.

Mereka membawa tuntutan agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) pencabut UU KPK.

Bacaan Lainnya

“Besok kami akan turun aksi. Nama aksinya Gerakan Indonesia Memanggil,” kata Ketua BEM Universitas Indonesia (UI), Manik Margamahendra, kepada wartawan, Minggu (27/10/2019).

Dia menjelaskan aksi unjuk rasa besok akan diikuti oleh mahasiswa berbagai universitas.

Mereka tak membawa nama kampus secara khusus, melainkan bersama-sama melakukan demonstrasi, arak-arakan (long march) menuju Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

Dia mengaku sudah menghubungi Universitas Bung Karno, Universitas Pancasila, Universitas Gunadarma, dan beberapa universitas lainnya.

“Titik kumpul demonstrasi masih dipertimbangkan. Namun kami akan long march sampai depan Istana. Kami akan menyesuaikan dengan kondisi, besok,” kata Manik sembari menyatakan sudah memberitahukan rencana aksi ke Polda Metro Jaya.

Dihubungi terpisah, Ketua Dewan Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah, Sultan Rivandi, mengkonfirmasi mahasiswanya bakal turun ke jalan untuk berdemonstrasi, besok.

Mereka membuat tajuk demonstrasi ‘PerppUIN: 28 Oktober 2019 Depan Istana Negara’. Meme yang diedarkan Sultan Rivandi, ada tagar #REFORMASIDIKORUPSI.

“Kami juga berkoordinasi dengan kampus lain,” kata Sultan.

Tuntutan

Demo mahasiswa pada Hari Sumpah Pemuda besok membawa tuntutan. Ketua BEM UI, Manik, menjelaskan tuntutan demonstrasi adalah penerbitan Perppu pencabut UU KPK, dengan tuntutan tambahan meminta tanggung jawab negara terhadap korban meninggal demonstrasi di aksi demonstrasi pada 23 hingga 30 September 2019.

“Dan segera dibentuk tim independen yang bisa menyelesaikan dan menemukan fakta-fakta terkait masalah itu (demonstrasi yang merenggut korban jiwa),” kata Manik.

Ketua Dewan Mahasiswa UIN, Sultan, menjelaskan tuntutan demo besok. Pertama, mendesak Presiden mengeluarkan Perppu tentang UU KPK Nomor 19 Tahun 2019.

Kedua, mengawal perppu yang dikeluarkan oleh Presiden sampai disetujui oleh DPR. Ketiga, mengusut tuntas secara transparan pelaku pembunuhan dan penganiayaan terhadap korban aksi reformasi dikorupsi.

Solo Bergerak

Demonstrasi juga bakal digelar sejumlah elemen masyarakat dari Solo dan sekitarnya besok, Senin (28/10).

Agenda mereka masih sama dengan aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu, yakni terkait UU KPK dan sejumlah RUU kontroversial.

Jika aksi-aksi sebelumnya digelar di depan gedung DPRD Kota Solo, kali ini aksi demonstrasi dilakukan di bundaran Tugu Kartasura, Sukoharjo. Koordinator aksi memperkirakan ada seribu orang yang mengikuti demonstrasi.

“Lokasi Tugu Kartasura itu kan titik temu dari Solo, Semarang dan Yogyakarta. Kami ingin pesan kami bisa tersampaikan kepada lebih banyak orang,” kata humas Aliansi Solo Raya Bergerak, Moh Zalhairi, Minggu (27/10/2019).

Aksi bakal diikuti sejumlah kelompok, yakni dari mahasiswa berbagai perguruan tinggi, buruh, bahkan diperkirakan para pelajar juga akan turun ke jalan.

Para demonstran akan menyampaikan tuntutan, antara lain mendesak agar Presiden Joko Widodo segera menerbitkan Perppu terkait UU KPK yang sudah disahkan. Selain itu, demonstran juga bakal menolak RUU pertanahan, KUHP dan P-KS.

“Kami akan memulai aksi sekitar pukul 14.00 WIB. Tidak ada longmarch, nanti peserta langsung kumpul ke titik aksi,” ungkapnya.

Adapun aksi serupa sebelumnya digelar di depan Gedung DPRD Surakarta pada 24 dan 30 September 2019. Saat itu unjuk rasa berakhir ricuh.

“Kami sudah minta kepada masing-masing kelompok agar bisa menjaga ketertiban agar tetap kondusif. Kami juga buat tim khusus untuk menjaga massa agar tidak terjadi kaos,” tutupnya. (dtc/hyd)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.