Demi Hidup Mewah, Dua Wanita Asal Palembang Gelapkan Uang Perusahaan Rp600 Juta

Pelaku penggelapan uang PT Astana Sanjaya sebesar Rp600 juta berhasil diamankan polisi, Sabtu (14/11/2020).

Laporan : Haris widodo

Palembang, Sumselupdate.com –  Demi hidup mewah bak orang kaya, yang mempunyai mobil, motor, tas bermerk, perhiasan, handpone berkelas dengan harga Rp28 juta, dan barang mewah lain, dua wanita asal Palembang, Christina Novianti(23) dan Pitri Miniarti(24) menggelapkan uang PT Astana Sanjaya sebesar Rp600 juta.

Bacaan Lainnya

PT Astana Sanjaya adalah perusahaan Distributor minuman keras, tempatnya bekerja. Pelaku tercatat sebagai bagian administrasi di perusahaan itu.

Terbongkarnya kasus penggelapan dalam jabatan ini setelah korban, Direktur PT Astana Sanjaya, Michael Sanjaya Halim, melapor ke Polsek Ilir Timur I, Palembang.

Michael mendapatkan komplain dari salah satu hotel dan tempat karoeke di Muaraenim yang menjadi konsumen dari perusahaannya. Kedua tempat ini mengaku sudah melakukan pembayaran atas barang yang mereka beli, tapi nyatanya tak ada pembayaran yang masuk di keuangan perusahaan.

Mencium ada penggelapan dari karyawannya, Michael akhirnya melaporkan ke Reskrim Polsek Ilir Timur I, Palembang.

Tak perlu menunggu lama, polisi pun langsung melakukan penyelidikan dan berhasil meringkus kedua tersangka, Christina Novianti(23) dan Pitri Miniarti (24) dikediamannya masing-masing beberapa hari yang lalu.

Kapolsek Ilir Timur I Kompol Hardiman, didampingi Kanit Reskrim Iptu Ghofur Asyari mengatakan, kedua tersangka adalah karyawan PT Astana Sanjaya distributor minuman keras impor.

“Keduanya merupakan bagian penjualan, memasarkan produk minuman, serta menerima pembayaran dari konsumen,” ucapnya.

Saat perusahaan tempatnya bekerja mendapatkan pesanan dari salah satu hotel dan tempat karaoke di Muaraenim.

Saat proses pembayaran, kedua pelaku menyerahkan nomor rekening bank kakak iparnya, Cristina, bukan rekening perusahaan.

Saat proses pembayaran sudah dilakukan dan uang masuk ke rekening Christina, ia langsung menarik uang tersebut dan langsung membagi hasil uang penggelapan itu dengan tersangka Pitri Miniarti.

Dalam kurun waktu Juni hingga November 2020 total uang perusahaan yang digelapkan kedua tersangka mencapai Rp600 juta.

“Demi hidup sosialita uang hasil penggelapan oleh tersangka dibelikannya mobil, sepeda motor, sepeda, berbagai macam tas, hp seharga 28 juta, perhiasan emas mulai dari cincin dan gelang dan berbagai macam perabot rumah tangga dan sisa uang sebanyak Rp18 juta yang sudah kami sita sebagai barang bukti,” ungkapnya.

Sementara itu, tersangka Christina Novianti mengaku, ia sudah empat tahun bekerja di PT Astana Sanjaya. Ia nekat menggelapkan uang perusahaan untuk memenuhi kebutuhan pribadinya.

“Uang hasil menggelapkan saya belanjakan barang kebutuhan pribadi saya,” katanya.

Atas tindakkannya tersebut keduannya terancam pasal 374 dengan ancaman lima tahun penjara. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.