Mesuji, Sumselupdate.com – Kepala Sekolah SMP se-Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang tersebar di 16 kecamatan, tampaknya harus bersabar. Hal ini menyusul keterlambatan pencairan Dana Operasional Sekolah (BOS) triwulan kedua.
Para kepala sekolah ini resah lantaran keterlambatan penyaluran dana BOS, menyebabkan terganggunya operasional 130 SMP negeri maupun swasta.
Belum cairnya dana BOS membuat para kepala sekolah memutar otak agar proses belajar mengajar tetap berlangsung.
Baharudin, SPd, Kepala SMP Negeri 6 Mesuji mengaku, terpaksa merelakan tunjangan sertifikasinya untuk menalangi kegiatan belajar mengajar.
Banyaknya kegiatan akbar di periode April hingga Juni, seperti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), Ujian Sekolah (US) hingga Ujian Nasional (UN), membuat para kepala sekolah pusing tujuh keliling.
Belum lagi honor guru yang sudah tiga bulan belum dibayar dan kegiatan lainnya. “Saya sudah empat kali ke BPD untuk menanyakan dana BOS, namun sampai sekarang belum cair. Mudah-mudahan akan indah pada waktunya,” ujar Ekardiyah, Spd, MSi, Kepala SMP Negeri 7 Mesuji.
Terkait persoalan ini, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten OKI melalui Manejer BOS Kabupaten HM Husni, SPdi mengatakan, pihaknya sekadar menyalurkan saja.
Dikatakannya, jika ada keterlambatan pencairan dana BOS, dia meminta pihak sekolah bisa memakluminya.
“Para kepala sekolah hendaknya bersabar menunggu. Kalau dananya sudah turun, pasti langsung kami transfer ke rekening sekolah,” ucapnya. (jal)











