Lamteng, Sumselupdate.com – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Lampung Selatan bertindak cepat dalam merespon musibah banjir yang merendam ratusan rumah milik warga di Kecamatan Natar, Lampung Selatan dan Rajabasa Lampung, Sabtu (24/2/2024) malam.
Upaya Dinas Damkarmat Lampung Selatan dengan menyalurkan 8 ribu liter air bersih ke warga yang terdampak banjir di Bataranila, Rajabasa, Bandar Lampung, Minggu (25/2/2024).
Dinas Damkarmat Lampung Selatan juga ikut membantu mengevakuasi warga terdampak banjir di Kecamatan Natar dan Rajabasa Lampung, Sabtu (24/2/2024) malam.
Setidaknya, Damkarmat Lampung Selatan mengerahkan belasan personel dari 3 posko yakni posko Kalianda, Natar dan Jati Agung serta 3 mobil Damkarmat ke lokasi terdampak banjir di Kecamatan Natar dan Rajabasa Lampung.
Kabid Damkarmat Lampung Selatan Rully Firkriyansyah menyebutkan pihaknya mendistribusikan 8 ribu liter ke warga terdampak banjir di Bataranila, Rajabasa, Bandar Lampung.
Baca Juga: Banjir Rendam Ratusan Rumah di Kecamatan Natar dan Rajabasa Lampung
Rully mengatakan bantuan air bersih ini sangat penting, karena saat ini warga yang terdampak banjir sangat membutuhkan air bersih.
“Kita sudah kirimkan 8 ribu liter ke warga terdampak banjir di Bataranila, Rajabasa, Bandar Lampung. Kemungkinan bisa bertambah,” kata Rully.
Rully mengatakan, selain menyalurkan air bersih, pihaknya juga masih membantu warga untuk membersihkan rumah dari sisa banjir.
Masih kata Rully, pihaknya juga menyediakan alat penyedot air untuk membantu menguras air dari rumah warga.
“Dari tim Damkar sendiri, kita menerjunkan 11 personel dari posko Kalianda 5 orang, dari posko Natar 3 orang dan Jati Agung 3 orang. Masing-masing membawa 1 mobil pemadam untuk membantu mengevakuasi warga terdampak banjir di Kecamatan Natar dan Rajabasa Lampung,” ujarnya.
Baca Juga: Banjir di Palembang Jadi ‘Water Boom’ Dadakan Anak-anak
Rully mengatakan, evakuasi dilakukan karena ketinggian air semalam mencapai 3,5 meter hingga 4 meter.
“Kalau ketinggian air 3,5 meter sampai 4 meter. Kalau warga yang dievakuasi ada sekitar 20-an orang. Rata-rata lansia dan anak-anak. Tetapi mereka sudah kembali ke rumah masing-masing. Karena kondisi air sudah mulai surut,” sambungnya.
Pastinya kata Rully, tidak ada korban jiwa akibat banjir tersebut. (**)











