Cerpen: Surganya Penghalang Mimpi Berkabut

Jumat, 1 Oktober 2021
Ilustrasi

Sejalannya waktu, hari yang membahagiakan sekaligus membanggakan Hesti pun tiba tepatnya 07 Oktober 2013. Ya hari kelulusannya tiba, dan siapa lagi kalau bukan Brian? makhluk pertama yang diberi kabar mengenai momentum menegangkan sekaligus membahagiakan itu. Menegangkan karena sudah dapat dipastikan pada acara wisudanya nanti, Hesti didampingi kedua orangtua dan keluarganya.

Sementara membahagiakan karena dapat menyaksikan keanggunan Hesti, mengenakan kebaya lengkap dengan baju wisuda dan toga kebesaran. Dengan gelar yang sudah Hesti raih serta pertemuan dengan kedua orangtuanya, rasa-rasanya sudah pantas untuk menjadi prasyarat Brian berkhayal menyodorkan proposal lamaran kepada Hesti suatu saat nanti. Pada akhirnya, tidak lama setelah wisuda itu, Hesti mengambil keputusan yang sama seperti Brian untuk pulang ke kampung halaman.

Read More

Waktu terus bergerak dan perubahan itu telah membawa kedekatan di antara kedua keluarga. Rasanya tidak ada sesuatu yang perlu dikhawatirkan, semuanya seakan berjalan  sesuai rencana. Klimaks rajutan kasih menyandarkan kata sepakat, bahwa di akhir tahun 2013 mereka berdua meminta izin kepada masing-masing orangtua untuk melangsungkan pertunangan. Tanpa berpikir panjang Brian beserta kedua orangtua dan adiknya datang ke rumah Hesti untuk melamarnya. Manis sekali sambutan mereka atas kedatangan Brian dan keluarga, penuh kehangatan dan keterbukaan. Akan tetapi, penolakan yang memang masuk akal terlontar dari ibunya Hesti, bahwasanya belum bisa menerima lamaran karena Hesti belum bekerja.

Melalui tutur kata yang lembut dan bersahabat, cair sudah pertemuan pertama dari kedua keluarga meskipun belum mengantongi kata sepakat soal pertunangan. Sesekali hubungan komunikasi di antara kedua keluarga mereka terus terjaga, sehingga memang terkesan hanya waktu yang memang belum mengizinkan. Kurang dari 4 bulan setelah penolakan lamaran itu, Hesti akhirnya mendapat pekerjaan disalah satu kantor pos di kotanya. Bersamaan dengan itu artinya mereka berdua mempunyai kesempatan untuk meminta izin kembali melangsungkan acara pertunangan. Melalui perundingan di antara keduanya, datanglah kedua kalinya Brian dan keluarganya untuk tujuan yang sama. Kedatangan itu tidak jauh berbeda dari kedatangan yang pertama, hanya saja Ibunya Hesti menolak lamaran dengan alasan ingin menguliahkan putrinya dijenjang pasca sarjana.

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts