Catut Nama Wabup Banyuasin, Mafia Ini Sukses Tipu Korban dengan Proyek Fiktif Senilai Rp605 Juta

Kapolsek IT II Palembang Kompol Yuliansyah saat press realese penangkapan Muqromin Muqsid alias Romi, Kamis (9/12/2021).

Laporan: Diaz Erlangga

Palembang, Sumselupdate.com – Mencatut nama Wakil Bupati Banyuasin, Muqromin Muqsid alias Romi (45) berhasil menipu korbannya bernama Lawalata hingga meraup uang Rp605 juta dengan menjanjikan beberapa proyek jalan fiktif terhadap korban.

Read More

Modus pelaku yakni mengaku sebagai keponakan dari Wakil Bupati Banyuasin Slamet Somosentono, Romi yang menjanjikan proyek pembangunan jalan berhasil menipu Lawalata dengan menerima tiga kali pembayaran sejumlah uang ratusan juta rupiah.

Merasa ditipu karena proyek yang dijanjikan tak kunjung jalan, akhirnya Lawalata melaporkan tersangka ke Polsek Ilir Timur II Palembang dan berhasil diciduk aparat Rabu (8/12/2021) sore.

Kapolsek IT II Palembang Kompol Yuliansyah mengatakan tersangka Romi menjanjikan pembangunan di empat lokasi berbeda yakni jalan Rawang Sari, Jalan Rimba Balai, Jalan Rimpo Kemampo, dan satu di wilayah Palembang tepatnya di Jalan HM Isa.

Pelaku Romi yang merupakan mafia proyek diduga bukan hanya satu korban yang telah ditipunya.

” Tersangka ini mafia proyek yang menjanjikan terhadap pelapor keuntungan hingga Rp18 miliar,” ujar Kapolsek.

Diterangkan Kompol Yuliansyah, dalam menyakinkan korban, Romi mengajak Lawalata untuk bertemu dengan Wakil Bupati Banyuasin di pendopoan rumah dinas Wabup Banyuasin untuk meminta proyek, dan selanjutnya melihat lokasi proyek yang dijanjikan.

Dari itulah pelaku meminta korban mengeluarkan uang senilai Rp605 juta yang diterima pelaku dalam tiga kali transaksi yang dilakukan di wilayah hukum Polsek Ilir Timur II Palembang.

Dengan alasan diperuntukkan kepada Wabup Banyuasin dan Kadin PUPR Banyuasin.

“Tersangka ini sangat licik, karena spesialis mafia proyek. Ini sudah lama melapor tapi tersangka ini menjanjikan tanah yang masih keluarga sebagai jaminan pengganti, namun ingkar janji sebab tanah itu tidak ditandatangani,” terangnya.

Selain mempertemukan Wabup Banyuasin, dalam menipu korban juga menyiapkan empat lembar rencana anggaran belanja (RAB), fiktif karena tidak ada cap Pemkab Banyuasin.

“Keterangan tersangka uangnya habis, tapi ada satu rumah dibangunnya dengan bagus,” ungkapnya.

Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti berupa empat lembar kwitansi senilai Rp250 juta tertanggal 8 Maret 2021, Rp25 juta per tanggal 18 Maret 2021, Rp10 juta tanggal 1 April, dan Rp320 juta per tanggal 5 April 2021.

Selain itu, polisi juga mengamankan empat lembar rancangan anggaran biaya (RAB) fiktif, serta uang senilai Rp20 juta, dua rekening koran milik korban, dua unit ponsel jenis Oppo dan Samsung, dan satu fotocopy sertifikat hak milik (SHM) sebidang tanah di Sungai Buah Palembang.

Akibat perbuatannya pelaku dikenakan polisi pasal 378 KUHP dan 372 KUHP tentang penipuan dengan ancaman penjara 4 tahun.

Sementara pengakuan tersangka di hadapan polisi, dalam menjalankan proyek fiktif itu telah memiliki badan hukum berupa CV selama satu tahun.

“Tahun ini saya memang mau borong proyek di Banyuasin, saya ajak korban ketemu Wabup di pendopoan rumah dinas untuk minta proyek,” ungkapnya

Ia mengaku sebelum memiliki CV tersebut adalah seorang driver gojek di Palembang, dari korban ia menerima uang langsung cash sebanyak tiga kali.

Dalam menipu korban, Romi melaksanakan sendiri dengan mengaku jika Wakil Bupati Banyuasin Slamet Somosentono merupakan pamannya.

“Wabup Banyuasin itu paman saya,” terangnya.

Sementara itu, setelah pewarta kami menghubungi Wakil Bupati Banyuasin H. Slamet Somosentono mendengar itu merasa sangat kesal, pasalnya dia tidak pernah mengenal tersangka bahkan tidak pernah bermain proyek.

” Yang benar aja, sopo itu kok pakek nama saya, saya aja gak pernah main proyek saya,” kata Slamet dengan nada berang menjawab saat ditelpon.

Pakde Slamet sapa akrabnya ini menyangkal telah bertemu dengan tersangka saat di pendopoan rumah dinas Wakil Bupati Banyuasin.

“Dimana, yang bener saya gak pernah ketemu, Romi yang saya kenal orang Lampung tapi sudah meninggal dunia setahun lalu, kalau ketemu tak gampar kepalanya,” ungkapnya kesal.

Bahkan, saat ditanya apakah siap bila dipanggil pihak penyidik, Slamet mengaku akan melaporkan balik atas penggunaan namanya untuk menipu korban.

“Kalau ketemu pelaku tak gampar itu, bakal tak lapor balik ini,” pungkasnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.