Cabor Wushu Mulai Siapkan Diri Untuk Merebut Medali Emas PON 2020

Ketua Umum Wushu Indonesia (WI) Sumsel Ahmad Yani.

Palembang, Sumselupdate.com – Meski perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XX di Papua baru akan datang masih dua tahun lagi, namun pengurus cabang olahraga wushu Sumsel tak ingin berleha-leha dalam persiapan.

Pasalnya, salah satu cabang olahraga beladiri andalan ini bakal menargetkan mampu meraih medali emas pada perhelatan empat tahunan nasional terbesar di Indonesia tersebut.

Bacaan Lainnya

Ketua Umum Pengurus Provinsi Wushu Indonesia (WI) Sumsel Ahmad Yani menuturkan bahwa kegiatan dalam Rakerprov kali ini, adalah guna menyusun program kerja dan kegiatan pada 2018 hingga 2019.

“Wushu ini sendiri berdiri sejak 10 November 1993, dan kegiatan-kegiatan yang pernah kita ikuti yakni meliputi pon 2000, 2004, 2008, dan terakhir 2016,” terang Ahmad Yani usai menggelar Rakeprov di KONI Sumsel, Sabtu (28/7).

Selain itu, dia menjelaskan untuk Kejuaran nasional setiap tahun, mereka selalu berhasil meraih juara tiga besar. Wushu sendiri dalam kejuaraan nya memiliki beberapa kategori prakteksi usia.

“Berbagai prakteksi usia ini seperti tingkat Wushu untuk pertandingan 18 tahun hingga 33 tahun. Dan Wushu lomba umur paling tua yakni 27 tahun,” tambahnya.

Lanjut Yani menambahkan bahwa Program-program yang akan dibahas dalam Rakerprov yakni mencakup tentang konselidasi organgisasi, pembinaan prestasi, serta persiapan dalam menghadapi pon di Papua 2020 nanti.

Selain itu, Ahmad Yani juga turut berharap tim Wushu sendiri nantinya, bisa meraih emas kembali. Apalagi, terakhir pencapaian medali emas sendiri yaitu sebanyak 4 emas pada saat PON 2016 di Jawa Barat.

“Semoga saja PON 2020 di Papua nanti bisa meraih emas, tapi kemungkinan akan berat, yah setidaknya target kita 7 orang yang akan lulus, karena kita sudah rindu untuk bisa meraih emas lagi,” pungkasnya. (sbw)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.