Bupati Subang Suap Jaksa Agar Tak Terseret Kasus Korupsi BPJS

Selasa, 12 April 2016
Bupati Subang, Jawa Barat, Ojang Sohardi

Jakarta, sumselupdate.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Bupati Subang, Ojang Sohardi, sebagai tersangka pemberi suap terhadap dua orang jaksa dari Kejati Jabar. Ojang menyuap dengan tujuan untuk mengamankan dirinya agar tidak terseret kasus korupsi dana BPJS yang kini tengah dalam proses sidang.

“Uang suap sebesar Rp 528 juta berasal dari OJS, Bupati Subang. Tujuannya untuk meringankan tuntutan untuk terdakwa lain dan untuk mengamankan OJS agar tidak tersangkut kasus tersebut,” kata Ketua KPK Agus Raharjo dalam jumpa pers di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (12/4).

Dijelaskan Agus, awalnya KPK menangkap LM (Lenih Marliani, PNS Pemkab Subang) pada Senin (11/4) sekitar pukul 07.30 WIB setelah menyerahkan uang suap sebesar Rp 528 juta kepada jaksa DPR di kantor Kejati Jabar. Di saat hampir bersamaan, KPK juga menangkap jaksa DPR di ruang kerjanya.

“Tim KPK pada pukul 13.40 WIB mengamankan OJS di Subang dan menemukan uang Rp 340 juta di mobil,” jelas Agus.

Advertisements

Atas perbuatannya, lanjut Agus, Ojang dijerat pasal 5 ayat 1 huruf a dan b, dan atau pasal 13 UU Tindak Pidana Korupsi. Dia juga dijerat pasal 12 B UU Tindak Pidana Korupsi.

Seperti diketahui, pada Senin (11/4) KPK telah menangkap Bupati Subang dan tiga orang lainnya terkait kasus korupsi BPJS. Berikut kronologi penangkapan Ojang Sohardi sebagaimana disampaikan dalam konferensi pers KPK:

Sabtu, 9 April 2016

Lenih Marliani (LM) yang merupakan istri dari terdakwa kasus korupsi, Jajang Abdul Kholik (JAK), membuat janji dengan jaksa penuntut umum Kejati Jabar, Devyanti Rochaeni (DVR).

Senin, 11 April 2016

07.00 WIB

Terjadi penyerahan uang Rp 528 juta di ruang kerja DVR di lantai 4 Kejati Jabar. Duit itu diberikan oleh LM.

07.20 WIB

LM diamankan tim KPK saat hendak masuk ke mobil di parkiran Kejati Jabar. Kemudian tim KPK mengamankan pula DVR di ruangannya. Duit Rp 528 juta diamankan.

KPK menduga duit Rp 528 juta adalah hasil kesepakatan antara LM dengan DVR serta seorang jaksa bernama Fahri Nurmallo (FN). Namun jaksa FN telah dipindahtugaskan ke Semarang, Jawa Tengah.

13.40 WIB

Tim KPK juga menangkap Bupati Subang Ojang Sohandi (OJS) bersama seorang ajudannya. Tim menemukan duit Rp 385 juta yang diduga merupakan gratifikasi, tapi KPK belum merinci duit gratifikasi itu didapat dari siapa.

Setelah itu, tim KPK membawa orang-orang itu ke KPK untuk diperiksa secara intensif. Kemudian kelima orang itu pun ditetapkan sebagai tersangka. (shn)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.