Jakarta, Sumselupdate.com – Bupati Muaraenim, Edison, yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (9/6/2026) sekitar pukul 08.41 WIB untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.
Edison tiba dengan pengawalan ketat aparat kepolisian bersenjata lengkap. Saat memasuki gedung KPK, ia terlihat masih mengenakan kemeja batik berwarna biru dan celana panjang hitam yang sama saat diamankan penyidik KPK di Muaraenim sehari sebelumnya.
Dalam operasi senyap yang dilakukan sejak Minggu malam (7/6/2026) hingga Senin pagi (8/6/2026), KPK mengamankan 10 orang yang terdiri dari unsur Pemerintah Kabupaten Muaraenim dan pihak swasta.
Informasi dhimpun menyebutkan lima orang yang diamankan dari lingkungan Pemkab Muaraenim, yakni Bupati Muaraenim Edison, AB yang menjabat Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muaraenim, RK selaku Asisten II Setda Muaraenim yang juga menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muaraenim, AG yang merupakan ajudan Bupati, serta HD yang merupakan anggota keluarga Bupati.
Sementara lima orang lainnya berasal dari pihak swasta yang diduga terkait dengan perkara yang tengah diselidiki penyidik antirasuah.
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Budi Prasetyo, mengatakan OTT tersebut berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan suap.
“Dugaan penerimaan suap yang dilakukan Bupati terkait dengan pengadaan barang di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muaraenim,” ujar Budi.
Dalam operasi tersebut, penyidik KPK juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai yang diduga berkaitan dengan praktik suap.
“Untuk barang bukti, sejauh ini terinformasi ada uang tunai senilai ratusan juta rupiah,” kata Budi di Gedung KPK.
Hingga saat ini, KPK masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap para pihak yang diamankan. Lembaga antirasuah tersebut juga masih mendalami peran masing-masing pihak dalam kasus dugaan suap pengadaan barang di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muaraenim.
(**)











