Buntut Bentrok di Masjid Al-Aqsa, Tiga Warga Palestina Tewas

Sabtu, 22 Juli 2017
Ekspresi warga Palestina saat berdoa usai menunaikan salat Isya di luar gerbang masjid Al Aqsa di Yerusalem, 18 Juli 2017. REUTERS/Ammar Awad/Tempo.co.

Jakarta, Sumselupdate.com – Tiga warga Palestina tewas dalam aksi protes yang berujung bentrok dengan pasukan keamanan Israel di Masjid al-Aqsa, Yerussalem.

Massa menuntut kebijakan pemerintah Israel yang memasang pendeteksi logam dan membatasi jemaah yang akan menunaikan salat Jumat di Masjid Al-Aqsa.

Read More

Kerusuhan terjadi setelah pemerintah Israel memutuskan untuk tidak memindahkan detektor logam yang dipasang di pintu masuk kompleks Masjid Al-Aqsa, Jumat (21/7) waktu setempat.

Pada minggu lalu di lokasi tersebut sempat terjadi serangan yang menewaskan dua polisi Israel.

Polisi Israel melarang pemuda di bawah usia 50 tahun memasuki kawasan Kota Tua di Yerussalem Timur untuk melaksanakan salat Jumat.

Sementara itu para wanita diizinkan masuk. Ratusan orang kemudian melakukan salat di jalan dekat pintu gerbang tesebut sebagai aksi protes larangan masuk ke kawasan Kota Tua di Yerussalem Timur.

Menurut polisi, beberapa orang berusaha masuk saat aksi protes tersebut yang berujung bentrok dan menewaskan 3 warga Palestina.

“Mereka melarang semua orang yang datang ke sini untuk berdoa, tapi kemudian saya mengatakan kepada mereka bahwa saya akan pergi ke dokter, tapi mereka tidak mengizinkan saya masuk,” kata pengunjung dari Amerika Serikat, Ulfat Hamad (42), seperti dilansir detikcom dari AFP, Sabtu (22/7/2017).

“Saya akan berdoa di sini bersama yang lain,” tambahya di luar tembok.

Sebelumnya, pasukan Israel juga telah menyebabkan setidaknya 50 warga Palestina luka-luka dalam bentrokan terbaru dengan para demonstran di luar Masjid Al-Aqsa di wilayah Yerusalem timur pada Kamis (20/7) waktu setempat. Insiden ini terjadi menyusul penembakan imam besar Masjid al-Aqsa, Sheikh Ikrima Sabri.

Imam tersebut baru saja selesai menunaikan salat Isya pada Selasa (18/7) waktu setempat ketika polisi Israel mencoba membubarkan paksa para jemaah. Sabri dilaporkan terluka akibat tembakan tersebut dan telah dibawa ke ke Rumah Sakit Al Maqassid di Yerusalem timur.

Tidak diketahui bagaimana kondisinya saat ini. Menurut Palang Merah Palestina seperti dilansir media Press TV, Jumat (21/7/2017), sejumlah orang lainnya juga luka-luka dalam insiden itu. (hyd)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts