Muaraenim, Sumselupdate.com – Massa dari tiga paslon Pilkada Muaraenim, yakni paslon nomor 1, 2 dan 3 akan kembali mendatangi kantor Panwaslu Muaraenim, Senin (2/7). Kedatangan massa ini untuk menindaklanjuti laporan dugaan money politic yang dilakukan salah satu paslon.
Timses paslon nmor 3, Marutha saat dikonfirmasi Sumselupdate.com, membenarkan akan adanya aksi massa besok. “Iya besok akan ada aksi massa lanjutan soal dugaan money politic salah satu paslon di Pilkada Muaraenim. Rencananya kami akan mengerahkan massa sekitar 1000 orang,” ujar Marutha.
Jumlah massa itu, ungkapnya, bisa jadi lebih banyak karena ditambah oleh massa dari paslon lain. Hal yang sama juga disampaikan ketua Tim Media paslon nomor 2 Khairul Amril, saat dihubungi Minggu (1/7/2018).
Dirinya mengatakan pihaknya akan akan menurunkan lebih dari 1000 massa pada aksi yang akan digelar di depan kantor Panwaslu Muaraenim besok. Dijelaskan olehnya, aksi yang akan dilaksanakan besok untuk memantau dugaan money politic yang telah dilaporkan kepada Panwaslu Muaraenim.
“Memang laporan yang sudah disampaikan telah diproses Panwaslu. Beberapa laporan juga telah diminta klarifikasinya. Tapi aksi besok untuk memantau Panwaslu agar dapat menegakkan aturan yang ada,” ujar Aceng, panggilan akrab Kahirul Amri.
Dilanjutkan Aceng, aksi yang dilakukan besok bukan karena soal menang dan kalah. Namun menurutnya, karena perbuatan money politic yang diduga dilakukan paslon lain tentu merugikan semua paslon yang bertarung di Pilkada Muaraenim.
“Bukan soal menang kalah. Tapi semua paslon merasa terzolimi karena ulah paslon yang melakukan money politic. Buktinya tiga paslon kompak menuntut panwaslu segera menindaklanjuti laporan dugaan money politic tersebut,” imbuh Aceng.
Aksi yang diperkirakan dilikuti ribuan masa ini akan dilaksanakan pukul 10.00 wib dengan titik pusat kantor Panwaslu Muaraenim.
Sebelumnya, massa dari tiga paslon ini juga telah melakukan aksi yang sama pada Kamis (28/6) di Kantor Panwaslu Muaraenim. Aksi ini kemudian dilakukan kembali pada Jumat (29/6), massa mendatangi kantor DPRD Muaraenim, Kejaksaan Negeri Muaraenim dan Polres Muaraenim. (azw)











