Baylen Jadi Pilot Project Kecamatan Terjauh Terapkan Aplikasi Srikandi

Sabtu, 8 Juli 2023
Dinas Komunikasi dan Informatika Muba sudah menerapkan pengarsipan secara digital di 47 OPD di lingkungan Pemkab Muba.

Bayung Lencir, sumselupdate.com – Komitmen menerapkan aplikasi Srikandi dan mewujudkan penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), Pemkab Musi Banyuasin melalui Dinas Perpustakaan dan kearsipan (DPK ) Muba bersama Dinas Komunikasi dan Informatika Muba sudah menerapkan pengarsipan secara digital di 47 OPD di lingkungan Pemkab Muba.

Hal ini merupakan implementasi digunakannya aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi atau Srikandi di lingkungan Pemkab Muba.

Untuk itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan berkolaborasi dengan dinas Kominfo Muba kembali menggelar Bimtek Aplikasi Srikandi. Kali ini dilaksanakan untuk RSUD Baylen/Korwil/UPT/Desa/Kelurahan/SMP/SD dalam wilayah Kecamatan Bayung Lencir selama dua hari, 5-6 Juli.

Kepala DPK Muba Sunaryo, S STP MM dalam sosialisasi ini menyampaikan apresiasi kepada Camat Bayung Lencir yang dikomando oleh Muhammad Imron, SSos MSi atas komitmennya dalam mendukung penerapan aplikasi Srikandi tersebut.

Advertisements

“Bayung Lencir ini salah satu Kecamatan yang menjadi pilot projects penerapan aplikasi Srikandi, karena Bayung Lencir ini salah satu Kecamatan terjauh di Kabupaten Muba yang sangat optimis terhadap Aplikasi Srikandi ini. Komitmen Camat Bayung Lencir dapat menjadi contoh dan motivasi bagi kecamatan lain bahkan tingkat Nasional dalam penerapan Aplikasi Srikandi ini,” tandasnya.

Senada, Kepala Dinkominfo Muba Herryandi Sinulingga AP diwakili Kepala Bidang Persandian, Jerry Rinoldy, ST, MT menyambut baik dengan adanya penerapan Aplikasi SRIKANDI yang memanfaatkan Sertifikat Elektronik untuk Tanda Tangan Elektronik di RSUD/Korwil/UPT/Desa/Kel/SMP/SD se Kecamatan Bayung Lencir ini.

“Nantinya dengan menggunakan Tanda Tangan Elektronik pada dokumen tersebut akan memberikan kemudahan, kecepatan, keutuhan, keaslian, mencegah pemalsuan dan penyangkalan data,” pungkasnya.

Sementara, Camat Baylen Muhammad Imron, SSos MSi berharap penerapan dengan penggunaan aplikasi ini akan meningkatkan kerja aparatur di Baylen.

Karena aplikasi ini adalah proses administrasi tidak berbatas jarak dan waktu, artinya di mana pun dan kapan pun proses administrasi dapat dilakukan.

“Jarak tempuh dari desa ke kantor Camat Bayung Lencir menjadi alasan mengapa kami harus segera menerapkan Aplikasi SRIKANDI kepada Pemerintah Desa. Selain efisiensi waktu juga kita mendukung Reformasi Birokrasi Tematik yaitu akselerasi digitaliasi administrasi pemerintahan.  Perangkat Desa tidak perlu bolak balik ke Kantor Camat hanya untuk mengantarkan surat menyurat atau pengajuan SPP Dana Desa /ADDK, cukup via SRIKANDI dan kami mengirimkan SP2D Ke BPD Sumsebabel juga ke pemerintah desa,” pungkasnya.

Kegiatan bimtek yang diikuti oleh 132 orang ini menghadirkan narasumber yang handal dari Arsip Nasional Republik Indonesia Sri Wuladari, S. ST. Ars (Ketua Tim Pembinaan Kearsipan Wilayah Barat II) dan Ibu Neneng Ridayanti,  SSM.Hum (Arsiparis Ahli Madya), Kepala Bidang Persandian, Jerry Rinoldy, ST MT. (rel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.