Banting Bayi, Oknum Pegawai Lapas Dilaporkan ke Polisi

Ilustrasi

Baturaja, Sumselupdate.com –NO (35), oknum pegawai Rutan kelas II A Sarang Elang, Kabupaten OKU, harus berurusan dengan aparat penegak hukum.

Dia dilaporkan ME (19), ibu kandung korban yang tinggal di Kelurahan Pasar Lama, Kecamatan Baturaja Timur ke Polres OKU lantaran diduga tega membanting anaknya yang berusia dua bulan.

Bacaan Lainnya

Akibat kekerasan rumah tangga ini, korban yang masih orok ini mengalami luka memar di kepala kiri dan kepala bagian belakang.

Di hadapan petugas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), ME menceritakan peristiwa buah hatinya bermula terlapor baru pulang dari tempat temannya.

Menurut dia, saat itu suaminya dalam kondisi mabuk berat. Saat bersamaan, anaknya yang baru berusia dua bulan menangis.

Diduga mendengar anaknya menangis, NO langsung menghampiri anak kandungnya tersebut.

Pelaku diduga membanting bayi malang ini ke kasur mereka hingga korban mengalami luka memar di bagian kepala.

Diakui ME, antara dia dan pelaku memang menikah secara sirih dan mengontrak di kawasan Sukaraya, Kecamatan Baturaja Timur.

Dikatakan dia, suaminya sudah sering menganiaya bayinya itu. Bahkan, sudah beberapa kali dibanting ke kasur apabila menangis.

Mirisnya, menurut ME, pelaku pernah menutup muka si bayi dengan bantal.

“Kasus terakhir tanggal 25 Juli lalu sekitar pukul 15.30, pelaku yang berprofesi sebagai PNS ini pulang kerumah dalam keadaan mabuk” ungkap ME yang masih tidak terima dengan kelakuan suaminya tersebut.

Kapolres OKU AKBP Leo Andi Gunawan SIk MPP melalui Kanit PPA Brigadir Sholeh saat dikonfirmasi, Minggu (31/7) malam, membenarkan adanya laporan kasus penganiayaan terhadap bayi laki-laki berinisial MA.

Sholeh mengatakan, saat ini pihaknya sedang menunggu hasil visum dan mengambil keterangan saksi-saksi lainnya terhadap kasus tersebut.

“Insya Allah dalam waktu dekat kita akan langsung meringkus pelaku. Saat ini kita masih melakukan pemeriksaan dan pengumpulan bukti-bukti,” pungkas Sholeh (yan)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.