Bandar Shabu Kalidoni Digrebek di Rumah Istri Muda

Pelaku Baldin (baju orange) saat di Mapolsek Kalidoni

Laporan Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com — Unit Reskrim Polsek Kalidoni berhasil meringkus Beder Baldin (46) warga Lorong Manggar I, Kelurahan Lawang Kidul, Kecamatan Ilir Timur II. Baldin diketahui merupakan bandar shabu di wilayah Kalidoni.

Bacaan Lainnya

Baldin diciduk saat berada di rumah istri mudanya di Jalan KH Azhari, Lorong Sahabat, Kelurahan Kalidoni Kecamatan Kalidoni Palembang, Senin (7/12/2020).

Kapolsek Kalidoni AKP Kusyanto didampingi Kanit Reskrim Ipda Deni Irawan mengatakan penangkapan tersangka berawal dari anggota mendapat informasi dari masyarakat bahwa di tempat pelaku tinggal di kawasan Lorong Sahabat Kalidoni kerap dijadikan tempat transaksi narkoba, yang bandarnya adalah Baldin.

“Dari informasi masyarakat itulah anggota menyergap tersangka di rumahnya dan ditemukan barang bukti sembilan paket sabu seberat 50 gram,” katanya kepada wartawan, Kamis (10/12/2020).

Dikatakan, Kusyanto sabu yang ditemukan dirumah tersangka didapatnya dari bandar besar dibeli seharga dua puluh juta yang sudah dibayar tersangka secara tunai.

“Narkoba didapatkan tersangka dengan cara memesan barang kepada bandar melalui telepon. Setelah itu mereka bertemu untuk mengambil dan uang pun diserahkan senilai dua puluh juta,” katanya

Setelah sabu berada ditangan tersangka. Sabu tersebut akan dijual lagi oleh tersangka di tempat tinggalnya dengan harga yang lebih tinggi.

“Kalau pengakuan tersangka ia baru menjalankan bisnis jual beli shabu. Namun kami masih akan melakukan pengembangan kasusnya,”tutupnya.

Dihadapan polisi, Baldin mengaku sabu seberat 50 gram tersebut dibelinya dari salah satu bandar berinisial A (DPO) seharga dua puluh juta yang dibayarnya secara cash.

“Sebelum barang diantar saya pesan dulu lewat HP. Setelah itu barang diantar pembayaran dilakukan di tempat,”katanya.

Setelah dibeli, sabu akan dipecah lagi menjadi beberapa paket dengan dijual per paket Rp 3 juta, sampai Rp 3,5 juta.

“Saya cuma nunggu di rumah, biasanya kalau ada orang yang mau beli dia pasti datang ke rumah. Kalau saya ini baru bisnis ini, sebelumnya saya sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan. Kalau makai shabu memang sudah lama,”katanya.(**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.