Antar 1 Kg Shabu Diupah Rp200.000

Shabu (Ilustrasi)

Palembang, Sumselupdate.com – Hanya karena tergiur upah sebesar Rp200.000 untuk mengantar 1 Kg shabu dari seorang bandar kepada pemesan, membuat Muhammad Haris (24) terancam hukuman penjara seumur hidup.

Hal itu terungkap setelah warga Jalan Sultan Mansyur, Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan IB II Palembang ini dihadapkan sebagai terdakwa dalam persidangan di Pengadilan Negeri Palembang, Selasa (19/7).

Bacaan Lainnya

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Silviani Margaretha dijelaskan perbuatan terdakwa terungkap setelah ditangkap anggota Satuan Reserse Narkoba Polresta Palembang, di halaman parkir Hotel Anugerah Palembang, pada 12 Mei lalu.

Penangkapan bermula setelah petugas mendapat informasi dari informan bahwa akan ada transaksi narkotika jenis shabu yang dibawa seorang pria dengan ciri-ciri berusia sekitar 25 tahun memakai jaket putif kotak-kotak kecil dan baju warna merah di lokasi tersebut.

Setelah beberapa waktu melakukan pengamatan, petugas melihat terdakwa sesuai ciri-ciri yang dimaksud datang sambil membawa bungkusan plastik warna putih berjalan bersama saksi Bambang Wijaya alias Ewin yang belakangan diketaui tukang ojek.

Melihat hal itu petugas langsung mendekati, namun terdakwa berusaha melarikan diri. Akan tetapi berhasil ditangkap dan saat digeledah ditemukan du paket shabu seberat 1.000 gram.

Menurut keterangan terdakwa serbuk setan tersebut merupakan milik Dedek (DPO) dan dirinya disuruh mengambil dari Amoy (DPO) di depan Hotel Anugerah dengan imbalan sebesa Rp200.000.

Sehingga oleh jaksa terdakwa didakwa melanggar Pasal 114 ayat 2 dan 112 ayat 2 Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Usai jaksa membacakan dakwaan majeli hakim yang diketuai Subur memberikan kesempatan kepada terdakwa yang didampingi Harma Helen sebagai penasihat hukumnya untuk menanggapi.

Karena menurut terdakwa tidak ad yang salah dalam dakwaan, majelis hakim meminta jaksa menghadirkan saksi-saksi pada persidangan selanjutnya. (pto)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.