Muaraenim, Sumselupdate.com – Banyaknya keluhan masyarakat yang menolak angkutan batubara menggunakan jalan negara terutama di jalan Muaraenim-Palembang tampaknya belum mendapat respon positif dari pemerintah daerah.
Meski banyak kemungkinan terjadi di jalan negara yang dilalui oleh batubara, seperti kecelakaan lalulintas, jalan yang hancur, kemacetan, hingga debu batubara yang dapat menyebabkab penyakit ISPA, namun pemerintah tetap saja mengizinkan angkutan batubara melalang buana.
Selain itu, banyaknya angkutan batubara yang berkendara ungal-ugalan juga berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Belum adanya tindakan tegas pemerintah menyikapi keluhan masyarakat tersebut menimbulkan berbagai tanggapan di tengah masyarakat.
Bahkan, salah satu anggota DPR-RI, Irma Suryani mengatakan, pemerintah seolah lebih memprioritaskan kepentingan pengusaha batubara ketimbang hak masyarakat untuk mendapatkan kenyamanan dan keamanan di jalan negara.
“Jalan negara bukan untuk pengusaha batubara,” tegas Irma saat dihubungi Sumselupdate.com beberapa waktu lalu.
Wakil Gubernur Sumsel, H Ishak Mekki, saat dikonfirmasi usai membuka acara sosialisasi pencegahan tindak pidana perdagangan orang di Gedung Kesenian Putri Dayang Rindu Muaraenim, Rabu (12/4/2017) menapik
anggapan negatif tersebut.
Ishak mengakui jika Pemprov Sumsel sering mendapat laporan terkait angkutan batubara yang melintas di jalan raya.
Untuk itu pihaknya juga tengah mencari solusi agar batubara bisa diangkut keluar dan masyarakat tidak terganggu.
“Kita telah membuat jalan Servo dan membuat jalur kereta doubel track, itu merupakan upaya dari Pemrpov agar jalan lalu lintas terganggu,” ungkapnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga membuat aturan mengenai jeda waktu kapan angkutan batubara diperbolehkan melintas.
“Kita juga sering mendapat laporan, namun sudah ada sinergi antara pihak kepolisian dan dinas perhubungan, dan larangan itu (larangan angkutan batubara melintas di siang hari –red) juga sudah disampaikan, tinggal aparat yang akan menyikapi,” lanjutnya.
Ke depan, kata Ishak lagi, pihaknya akan terus membenahi dan mencari solusi terkait permasalahan mengenai angkutan batubara.
“Kita mencari solusi bagaimana jalur sungai dapat diberdayakan, jalan kereta bisa dibuat dan menyediakan jalur khusus angkutan batubara,” pungkas Ishak. (azw)











