Anggota DPR: Soal Capres Seharusnya Partai Mencalonkan Kadernya

Jumat, 17 Februari 2023

Jakarta, Sumselupdate.com – Anggota DPR Masinton Pasaribu mengatakan, seharusnya yang diusung partai politik menjadi calon presiden dan calon wakil presiden adalah kader partai politik, bukan di luar itu.

“Syarat dalam Undang-Undang Dasar kita presiden dan wakil presiden dicalonkan partai politik atau gabungan partai politik. Jadi, partai politik harus kita dorong untuk melahirkan kader utamanya,” ujar Masinton di Media Center DPR RI, Jakarta, Kamis (16/2/2023).

Read More

Menurut Masinton, dengan mencalonkan kader partai sebagai pemimpin, maka partai politik mempunyai kedaulatan.

“Sebenarnya kalau kita bicara kontestasi calon presiden dan calon wakil presiden, partailah sesungguhnya yang berdaulat. Ngapain kok yang bukan kader partai diusung,” kata Politisi PDI Perjuangan tersebut.

Dengan demikia, kata dia, partai politik tidak sekedar dijadikan seperti “Taxi Online” oleh pemilik modal atau kapital. Jika yang dimajukan sebagi calon presiden orang yang tidak mau bersusah payah di partai politik, akhirnya partai politik dipandang sebelah mata.

“Kalau model begini kita pertahankan, orang yang punya modal, atau orang yang nggak mau berkeringat, nggak mau bersusah payah dan nggak mau berdarah darah di partai, dia akan memandang partai politik gampang, entar gua beli, kayak taksi online,” tegas anggota Komisi XI DPR itu.

Sehingga lanjut Masinton, yang harusnya diusung adalah kader partai politik, bukan karena tampangnya klimis, ngomongnya tertata, kayak orang lagi lewat, ini ganteng nih, ngomongnya tertata.

Dia berharap rakyat jangan lagi gampang terpesona dengan tampang dan omongan manis. Jika partai politik tidak punya kader untuk diusung, lebih baik tidak usah dipilih.

“Partai politik yang gak punya kader ya sudahlah nggak usah dipilih. Karena buat apa dipilih. Kan tugas partai politik melahirkan kader pemimpin bangsa. Terus tokoh tokoh yang gak mau berpartai tapi pengen jabatan ya jangan dipilih, gak teruji dia, gak pernah mimpin organisasi juga,” tandasnya. Anggota DPR Viva Yoga mengatakan, masyarakat sudah terbiasa menentukan pilihan politik dan ada kesadaran bahwa pilihan itu tergantung kepada hati nurani masing-masing.

Jadi, berapa pun pasangan capres-cawapres pada Pemilu 2024 masyarakat sudah siap memilih.

Dikatakan Viva, waktu pendaftaran capres dan cawapres masih lama, sekitar 8 bulan lagi. Politik kita relatif sangat cair dan dinamis sehingga belum bisa dipastikan berapa pasangan calon dan siapa saja mereka yang maju. Misalkan PDIP Perjuangan belum menentukan atau mendeklarasikan paslon meski telah mendapatkan tiket untuk mengusung. KIB yang sudah punya tiket penuh, juga belum mendeklarasikan siapa pasangan calon.

“Ini menunjukkan tidak mudah menentukan pasangan calon. Sebab, setiap partai politik yang mengusung berharap menang di Pemilu Presiden,” kata politisi PAN tersebut. (duk)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts