Palembang, Sumselupdate.com – Sungguh durhaka apa yang dilakukan SY (22), warga Lorong Jayalaksana, Kelurahan 3 Ulu, Kecamatan SU I, Palembang.
Hanya gara-gara dituduh mencuri uang ibunya sebesar Rp150 juta, membuat SY (22) langsung naik pitam membacok ayah kandungnya bernama Edi Suyono (49) hingga sekarat.
Korban nyaris kehilangan nyawa lantaran mengalami luka sebaten senjata tajam di dada sebelah kiri, lengan sebelah kiri, dan luka bacok punggung.
Kasus pencobaan pembunuhan ini terungkap setelah korban melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Minggu (6/8/2017).
Di hadapan petugas petugas, pria paruh baya ini menuturkan, kejadiannya berawal saat istrinya Ema Suryana kehilangan uang Rp150 ribu yang diletakannya di bawah kasur di dalam kamar rumahnya.
“Saat dicek ternyata uang itu tidak ada lagi dan istri saya langsung menemui saya di pasar. Lalu, saya pulang ke rumah dan menanyakan uang itu kepada anak saya, namun SY langsung emosi dan marah-marah,” ujarnya.
Padahal lanjut pedagang ikan ini, dirinya bertanya baik-baik. “Saya bilang kalau masih ada uang itu tolong dikembalikan karena untuk membawa adiknya berobat. Namun, terlapor yang ketika itu masih emosi, langsung mengambil sebilah sajam jenis parang di dapurnya rumah dan ditebaskannya ke beberapa bagian tubuh ayah kandungnya sebanya tiga kali.
“Pertama ditebaskannya masih sempat yang tangkis hingga hanya mengenai tangan kiri. Lalu, ditebaskannya lagi mengenai punggung dan terakhir kibasannya mengenai dada sebelah kiri,” ungkap Edi.
Ditambahkan Edi, dirinya sangat yakin terlaporlah yang mengambil uang tersebut, dikarenakan mereka berdua sudah sering kehilangan uang.
“Sudah sering hilang Pak, Rp400 ribu, Rp200 ribu, bahkan sampai Rp500 ribu. Saya yakin dia itulah Pak yang mencuri uang kami, karena tidak ada orang lain. Dan, saya harap di segera ditangkap, agar jadi pelajaran dia,” kata Edi.
Menanggapi laporan tersebut, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara mengatakan, sudah menerima laporan dari korban dan akan segera ditindaklanjuti.
“Laporannya sudah kita terima, akan kita proses. Termasuk nantinya, akan memeriksa saksi-saksi yang mengetahui kejadian itu, korban juga sudah kita minta untuk melakukan visum sementara,” tukasnya. (tra)











