Aktivitas Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Diminta Jauhi Kawah Hingga 2 Kilometer

Writer: - Jumat, 21 November 2025
Gunung Dempo masih berstatus Level II (Waspada) berdasarkan laporan Magma ESDM per 20 November 2025. Pos Pantau mengimbau warga dan wisatawan tidak mendekati area kawah Marapi dalam radius 1–2 km. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa).

Pagaralam, Sumselupdate.com – Aktivitas vulkanik Gunung Dempo di Kota Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan masih berada pada Level II (Waspada) berdasarkan laporan 24 jam yang dirilis Laman Resmi Magma Kementerian ESDM untuk periode 20 November 2025 pukul 00.00–24.00 WIB.

Pos Pantau Gunung Dempo kembali mengingatkan masyarakat dan wisatawan agar tidak beraktivitas terlalu dekat dengan kawah seiring masih terekamnya gejala kegempaan serta kondisi vulkanik yang fluktuatif.

Read More

Kepala Pos Pantau Gunung Dempo, Megian A. Md, menjelaskan bahwa kondisi visual gunung api secara umum terlihat jelas meski beberapa kali tertutup kabut.

Ia menyebutkan bahwa asap kawah tidak teramati, namun dinamika aktivitas vulkanik membuat status tetap berada pada Level II atau Waspada.

Secara klimatologi, cuaca di sekitar gunung tercatat cerah hingga berawan dengan angin lemah ke arah utara dan barat. Suhu udara berada pada kisaran 18–28 derajat Celsius.

Dari hasil pengamatan visual, gunung sesekali tertutup kabut (0–III) dan peralatan pemantau juga mencatat adanya gangguan berupa noise pada visual lain.

Dari sisi kegempaan, terekam satu kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 8 mm dan durasi 131 detik. Selain itu, terpantau tremor menerus dengan amplitudo 0,5–1 mm dan dominan pada 0,5 mm.

Menurut Megian, kondisi tersebut menunjukkan bahwa kawasan sekitar kawah masih rentan terhadap bahaya vulkanik.

Ia mengimbau masyarakat, pendaki, dan wisatawan untuk tidak mendekati area kawah Marapi hingga radius 1 kilometer serta hingga 2 kilometer pada sektor utara yang merupakan bukaan kawah rawan letusan dan emisi gas berbahaya.

Gunung Dempo berada di wilayah administratif Kabupaten Lahat, Kabupaten Empat Lawang, dan Kota Pagar Alam.

Gunung dengan ketinggian 3.173 mdpl dan koordinat -4.03° LU serta 103.13° BT ini hingga kini tidak menunjukkan indikasi letusan, namun kewaspadaan tetap diperlukan.

Pos Pantau memastikan pemantauan dilakukan secara intensif dan berkelanjutan untuk mengantisipasi perubahan aktivitas gunung api.

Megian menyatakan bahwa pemantauan berlangsung 24 jam dan pihaknya akan segera menyampaikan informasi apabila terdapat perkembangan signifikan.

Dengan status Waspada yang masih dipertahankan, masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan resmi, serta tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts