Agung Ary Kusuma Jabat Kasi Pidum Kejari Palembang

I GN Agung Ary Kusuma SH

Palembang, Sumselupdate.com – Berkarir di dunia adhyaksa tentunya sudah menjadi pilihan hidup bagi seorang I GN Agung Ary Kusuma SH, terlebih pria kelahiran Denpasar 6 Oktober 1984 ini mendapat promosi menjadi kepala seksi tindak pidana umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang.

“Tentunya saya tetap semangat dalam menjalankan tugas negara, meskipun harus jauh dari keluarga,” ujar pria akrab disapa Gung Ary.

Bacaan Lainnya

Terlebih Ary sendiri pernah menjadi Kasi Pidum Sanggata pada tahun 2018 dan Kasi Datun di Penajam Paser Utara sehingga sudah terbiasa bertugas jauh di luar tanah kelahiran.

“Karena istri dan anak saya di Bali dan ini pertama kali bertugas di Pulau Sumatera, untuk berkomunikasi dengan keluarga di sana selain telpon juga video call untuk sekedar melepas rindu. Sehingga saya rasa tidak masalah meskipun saya di Palembang dan keluarga di Bali,” tutur pria yang sempat menjabat Kasi Intel Denpasar ini sebelum bertugas di Palembang.

Ayah satu anak yang pertama kali berkarir di Kejaksaan Negeri Karang Asem pada tahun 2008 ini menambahkan, tentunya menjadi abdi negara ada suka dan duka yang dirasakan. Namun, Gung Ary tetap semangat dalam menjalankan tugas negara walaupun sedikit waktu untuk berkumpul bersama keluarga.

“Tentunya sebagai adyaksa tugas dan kewajiban harus tetap diutamakan untuk mendapatkan hasil yang baik,” terangnya.

Dikatakan pria berpenampilan macho ini, untuk sekilas perbedaan antara Denpasar Bali dengan Palembang, dimana perkara Palembang 60 persen didominasi perkara pidana seperti sajam, begal atau perampokan disertai kekerasan dan sisanya berbagai perkara.

“Bedanya kalau di Denpasar Bali 60 persen itu lebih banyak narkoba. Sisanya berbagai perkara pidana seperti jambret penipuan dan lain lain,” tandasnya.

Ke depan sebagai orang baru di lingkungan Kejari Palembang, Ary akan terlebih dahulu bersosialisai dan beradaptasi serta akan melakukan pembenahan dan evaluasi interen di Pidum yang sudah dilakukan Kasipidum sebelumnya. “Sehingga penanganan perkara bisa lebih tertib lagi,” pungkasnya. (tra)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.