Palembang, Sumselupdate.com – Wacana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Muhadjir Effendy untuk menerapkan full day school atau sekolah sehari penuh dan menetapkan hari Sabtu menjadi hari libur nasional mulai tahun ajaran 2017 terus dikaji.
Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Widodo Jumat (18/11/2016) menyambut baik rencana itu. Namun hingga kini masih didalami mengenai sasaran penerapan wacana tersebut, dalam hal ini bagi para siswa.
“Kita masih kaji bagi siswa di perkotaan, ya. Sebab kalau di kota, fasilitasnya sudah memadai, tapi sekali lagi masih banyak hal yang harus digali selama di sekolah. Lalu mengenai akses, tidak sulit cari angkot jika anak pulang sore. Kalau di desa tidak demikian, berbanding terbalik,” katanya
Namun lanjutnya, jika ada sekolah di daerah pedesaan yang mampu mengikuti wacana Mendikbud tersebut, bagi Widodo tidak masalah, asalkan pihak sekolah tidak memaksakan diri. Tentunya, memenuhi unsur-unsur seperti fasilitas, sarana-prasarana, akses dan juga menyangkut keamanan siswa.
“Meski program itu adalah program nasional, kita juga harus mendengar kesiapan sekolah, kalau sekolah di daerah sanggup menerapkannya, ya silakan. Tapi kalau belum sanggup ya pelan-pelan,” urainya.
Ia menegaskan, khusus untuk wilayah sumsel harus diakui tidak seluruh sekolah sanggup menerapkan wacana tersebut, namun sebagian besar sudah mampu melakukannya.
Ditegaskannya, kalau wacana Mendikbud tersebut memang akan diberlakukan mulai 2017, Widodo menjamin, hal itu tidak akan mengurangi jam belajar akibat libur Sabtu. Penerapan full day school bukan merupakan kompensasi dari hari libur dan tidak akan berpengaruh terhadap jam belajar.
“Dalam setahun sekitar 1100 jam belajar dengan rata-rata waktu belajar 8 jam perhari. Kalaupun dikurangi hari Sabtu, tidak masalah. Jam belajar tetap terhitung sama seperti biasa,” pungkasnya. (adi)











