Demi ke Sekolah, Pelajar dan Guru Seberangi Sungai Pakai Lanting

Jumat, 18 November 2016
Sejumlah siswa dan guru menyeberangi sungai menuju sekolah.

Baturaja, Sumselupdate.com – Para pelajar dan guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) Desa Rantau Kumpai, Kecamatan Sosoh Buay Rayap, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) ini terpaksa menggunakan lanting atau rakit yang terbuat dari bambu bersusun untuk menuju sekolah yang ada di seberang sungai.

Perjuangan berat ini dijalani setiap hari. Mau tidak mau harus dilakukan, karena jembatan gantung di desa tersebut sedang diperbaiki. Jembatan gantung desa ini rusak parah setelah hantaman arus sungai yang menghanyutkan potongan kayu, sehingga merusak lantai jembatan dan memutuskan tali selingnya.

Read More

Camat Sosoh Buay Rayap MHD Amin Baladi sudah mengetahui kondisi itu. Ia mendapat informasi dari Pemerintah Desa Rantau Kumpai, bahwa saat ini pembangunan jembatan gantung desa sedang dilakukan. Sebelumnya, pembangunan direncanakan pemerintah desa akan dianggarkan menggunakan dana desa.

Namun, setelah berkoordinasi dengan pemerintah dan anggota DPRD, sumber dana pembangunan menggunakan dana APBD OKU. “Rusaknya memang sangat parah. Bahkan, ada warga yang melintas menggunakan sepeda motor dan jatuh. Kakinya terjepit di papan jembatan. Setelah dibawa ke rumah sakit dan mendapat perawatan, meninggal,” ujarnya Jumat (18/11/2016).

Oleh karena itu, selama perbaikan, warga terpaksa menggunakan rakit untuk bisa menyeberangi sungai. Sebab, tidak ada akses lain yang bisa dilalui. “Jalan satu-satunya memang pakai perahu atau lanting. Kebetulan selain da pemukiman warga, di seberang juga ada SD,” imbuhnya.

Sementara Kepala Dinas PU Bina Marga H Helman menuturkan di Desa Rantau Kumpai sedang dilakukan perbaikan jembatan gantung yang menghubungkan dua dusun dan ditargetkan rampung Desember tahun ini. “Perbaikannya baru dimulai Oktober kemarin,” ujarnya.

Dana yang dikucurkan untuk perbaikan itu, diungkapkannya mencapai Rp250 juta. Perbaikan yang dilakukan, meliputi papan jembatan dan seling. Karena, saat terjadi insiden perdana April lalu, hantaman arus sungai menghanyutkan potongan kayu, membuat rusak parah lantai dan selingnya. Bakan saat kejadian sempat dikunjungi Wakil Bupati. (yan)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts