Full Day School Dinilai Dewan OKU Belum Tepat, Terkesan Dipaksakan

Rabu, 9 Agustus 2017
Ilustrasi

Baturaja, Sumselupdate.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ogan Komering Ulu (OKU), menilai kebijakan Full Day School yang dicanangkan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) belum tepat.

Khususnya jika dilaksanakan di OKU, Robi Vitergo salah satu anggota dewan yang tak setuju akan hal itu. Robi yang juga ketua Fraksi PKB, DPRD OKU, menilai kebijakan full day school atau sekolah lima hari ini, tak realistis dan terkesan dipaksakan.

Read More

“Melalui full day school yang dinilai dan dikhawatirkan bakal merusak bangunan tradisi yang sudah ada. Kita menolak full day school ini,” kata Robi, Rabu (9/8/2017).

Dengan adanya hal itu, kata Robi, Fraksi PKB meminta Pemerintah Kab OKU dalam hal ini Dinas Pendidikan, untuk menunda penerapan full day school. Yang jelas, kata Robi, kebijakan itu belum tepat untuk diterapkan sekarang ini.

“Apalagi di Kabupaten OKU. Sebab kita tahu sendiri sekolah-sekolah yang ada di daerah Bumi Sebimbing Sekundang ini, beberapa sarana dan prasarana masih ada yang kurang, seperti taman bermain di sekolah dan sebagainya,” ungkapnya.

Fraksi PKB OKU juga meminta Pemerintah untuk mencabut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) terkait Fulday School penyeragaman kebijakan sekolah dengan full day school, jangan diseragamkan.

“Tidak tepat kebijakan itu kalau sampai diseragamkan setiap sekolah di Indonesia harus melaksanakan full day school,” jelas Robi. (wid)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts