Tuntut PAW Dua Dewan Muratara Ditunda, Jalinsum Kembali Diportal

Kamis, 10 November 2016
Massa membakar ban di Jalinsum.

Muratara, Sumselupdate.com – Pemortalan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Muratara. Kali ini pemortalan dilakukan menuntut penundaan PAW dua anggota dewan Muratara yakni A Bastari Ibrahim dan Edi Sukamto dari Partai Hanura.

Informasi di lapangan menyebutkan, pemortalan yang dilakukan Kamis (10/11) tersebut, karena PAW yang direncanakan Jumat (11/11) dianggap bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 dan PP No 16 tahun 2010.

Read More

Penutupan Jalinsum tersebut membuat ‎arus kendaraan dari arah Sorolangun menuju Kota Lubuklinggau maupun sebaliknya menjadi terkendala. ‎Namun sekitar pukul 16.00 WIB portal dibuka sehingga kendaraan lancar kembali.

Pantauan di lapangan menyebutkan suasana sempat memanas karena massa tetap tidak mau membuka blokade Jalinsumteng. Massa tetap melakukan penambahan blokade jalan dengan menebang kayu.

Selain itu juga massa melakukan pembakaran ban sehingga membuat kondisi Jalinsumteng tambah tegang.

Salah satu massa pendukung Edi Sukamto, Handoko (22) mengatakan demo ini murni inisiatif dari masyarakat dan tanpa ada dorongan baik dari A Bastari Ibrahim ataupun dari Edi Sukamto.

“Kita siap buka jalan jika Ketua DPRD dan Ketua Banmus datang ke sini serta menjelaskan kepada kami sejauh mana proses PAW, kalau mereka tidak datang maka kami tidak akan bukan portal jalan,” ancamnya.

Terpisah Wakil Bupati Muratara H Devi Suhartoni mengatakan berdasarkan keputusan Mendagri bahwa proses PAW belum bisa dilaksanakan sebelum ada putusan hukum tetap. Kemudian ia sebagai Wabup meminta masyarakat untuk membuka portal, sebab ini adalah jalan negara.

“Memang berdasarkan keputusan Mendagri bahwasanya proses PAW belum bisa dilaksanakan selagi menunggu hasil putusan hukum yang inkrah,” katanya.

Ia meminta kepada masyarakat untuk tidak melakukan tindakan anarkis dan membuka portal tersebut, karena merasa kasihan dengan pengguna jalan yang menjadi korban.

“Saya minta kepada masyarakat agar tetap kondusif dan jangan sampai bertindak anarkis, selain itu juga agar dapat membuka jalan supaya tidak menghambat pengguna jalan,” pintanya. ‎(ain)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts