Serangan Pasar di Yaman Tewaskan 30 Orang, Pemerintah dan Houthi Saling Tuding

Writer: - Minggu, 8 November 2026
Foto hasil tangkapan layar yang bersumber dari Pusat Media Houthi pada 27 September 2026 ini menunjukkan kehancuran akibat dugaan serangan udara Arab Saudi yang menyasar sebuah pasar di Taiz. (Pusat Media Houthi/Xinhua)

Sanaa, Sumselupdate.com – Sedikitnya 30 orang tewas dan delapan lainnya mengalami luka-luka dalam serangan yang menghantam sebuah pasar tradisional di Provinsi Taiz, Yaman barat daya, Jumat (6/11/2026).

Jumlah korban diperkirakan masih bertambah karena tim penyelamat masih melakukan pencarian korban di antara reruntuhan bangunan.

Read More

Dikutip dari Xinhua, Sabtu (7/11/2026), laporan saluran televisi Al-Masirah yang dikelola kelompok Houthi menyebutkan tiga serangan udara yang diklaim dilakukan pesawat tempur Arab Saudi menghantam Pasar Al-Hadarah di Distrik Al-Wazi’iyah.

Serangan terjadi pada pagi hari ketika pasar tengah ramai dipadati pembeli.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Sarea, menuding pesawat tempur Arab Saudi berada di balik serangan tersebut. Ia menyebut insiden itu sebagai pembantaian dan memperingatkan bahwa serangan tersebut tidak akan dibiarkan tanpa balasan.

Namun, tuduhan tersebut dibantah otoritas setempat di Taiz yang berafiliasi dengan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Melalui kantor berita Saba yang dikelola pemerintah Yaman, otoritas setempat justru menuding kelompok Houthi bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Dalam pernyataannya, otoritas membantah adanya serangan udara di Distrik Al-Wazi’iyah pada Jumat. Mereka menuding Houthi membahayakan kawasan permukiman melalui serangan rudal tanpa pandang bulu.

Pemerintah setempat juga mendesak dilakukannya penyelidikan teknis independen untuk memastikan pihak yang bertanggung jawab atas serangan mematikan tersebut.

Sementara itu, Yahya Sarea dalam pernyataan yang diunggah melalui platform media sosial X mengklaim pesawat tempur dan rudal Arab Saudi telah melancarkan 67 serangan di lima provinsi Yaman dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

Insiden di Pasar Al-Hadarah terjadi di tengah meningkatnya intensitas pertempuran antara kelompok Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang mendapat dukungan koalisi pimpinan Arab Saudi.

Konflik tersebut juga diwarnai serangkaian serangan udara di berbagai wilayah Yaman serta serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) Houthi ke wilayah Arab Saudi.

Yaman telah dilanda konflik berkepanjangan sejak akhir 2014, ketika kelompok Houthi merebut ibu kota Sanaa.

Situasi tersebut kemudian mendorong koalisi pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi militer pada 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Hingga kini, konflik tersebut terus menimbulkan korban jiwa dan memperburuk kondisi keamanan di negara tersebut.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts