Palembang, Sumselupdate.com – Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Palembang ditargetkan diresmikan Presiden pada 8 Desember 2026. Hingga Rabu (4/11/2026), progres pembangunan fasilitas yang dikerjakan investor Indo Green Power tersebut telah mencapai 98,5 persen.
Meski pasokan sampah ke fasilitas PSEL mulai stabil pada kisaran 1.000 hingga 1.100 ton per hari, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang masih menghadapi persoalan keterbatasan armada pengangkut sampah.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan, berdasarkan kebutuhan operasional, diperlukan sebanyak 171 unit truk untuk mengangkut sampah sebagai bahan baku PSEL. Namun, saat ini masih terdapat kekurangan 71 unit armada.
Hal itu disampaikan Ratu Dewa saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru meninjau proyek PSEL, Rabu (4/11/2026).
“Armada pengangkut bahan baku (sampah) kita butuh 171 armada truk, kita kekurangan 71 armada lagi,” kata Ratu Dewa.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkot Palembang juga mengusulkan bantuan penambahan 50 unit truk pengangkut sampah kepada Menko Pangan Zulkifli Hasan.
“Saya sudah mengusulkan kepada Pak Menko untuk penambahan armada sebanyak 50 unit,” ujarnya.
Ratu Dewa memastikan, sejauh ini tidak ada kendala berarti dalam penyediaan sampah untuk kebutuhan PSEL. Pasokan yang mencapai sekitar 1.100 ton per hari mulai stabil sehingga diharapkan dapat mendukung operasional fasilitas tersebut.
“Insyaallah, seluruh proses ini akan segera dipercepat sehingga target peresmian 8 Desember oleh Bapak Presiden dapat terlaksana dengan baik,” katanya.
Sementara itu, Manager PT Indo Green Power Satriawan Ming mengatakan pasokan sampah ke fasilitas PSEL saat ini berkisar 1.000 hingga 1.100 ton per hari.
Menurutnya, armada pengangkut memang membutuhkan peremajaan. Namun, kondisi tersebut belum mengganggu pasokan sampah ke fasilitas pengolahan.
“Untuk armada memang perlu adanya peremajaan, tapi sejauh ini tidak ada kendala,” ujarnya.
Dari sisi produksi energi, fasilitas PSEL Palembang telah menghasilkan listrik melebihi kapasitas yang diperjanjikan, yakni 17,7 megawatt (MW). Dalam tahap uji coba, produksi listrik tercatat mencapai 18 MW hingga 19 MW.
“Listrik yang dihasilkan PSEL sudah masuk ke jaringan utama kelistrikan PLN, lalu didistribusikan oleh PLN ke masyarakat,” jelas Satriawan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, teknologi pengolahan sampah menjadi energi atau waste to energy merupakan salah satu solusi untuk mengatasi persoalan sampah sekaligus mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan.
Ia menyebut persoalan sampah dapat memicu berbagai masalah, mulai dari pencemaran lingkungan, kebakaran, mikroplastik, hingga emisi gas metana yang berpotensi membahayakan lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Melalui teknologi PSEL, sampah yang sebelumnya menjadi persoalan dapat diolah menjadi energi listrik. Kapasitas listrik yang dihasilkan diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan sekitar 14.000 hingga 15.000 rumah tangga.
Pembangunan fasilitas tersebut menelan investasi sekitar 160 juta dolar AS atau hampir Rp3 triliun.
Selain menghasilkan energi listrik, Zulkifli mengatakan fasilitas PSEL juga berpotensi memberikan dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja.
Kebutuhan tenaga kerja diperkirakan mencapai 500 hingga 600 orang dan berpotensi meningkat hingga 1.000 orang.
“Selain menghasilkan energi, fasilitas tersebut juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja,” jelasnya.
(**)







