Indralaya, Sumselupdate.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di dua lokasi di Kabupaten Ogan Ilir dalam satu hari, Senin (27/7/2026). Peristiwa tersebut menghanguskan sekitar 15 hektar lahan di Kecamatan Indralaya Utara dan Kecamatan Pemulutan.
Beruntung, seluruh titik api berhasil dikendalikan melalui operasi pemadaman gabungan yang melibatkan Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, serta dukungan helikopter water bombing.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatra Kementerian Kehutanan, Ferdian Krisnanto, mengatakan salah satu lokasi kebakaran berada di dekat permukiman warga sehingga tim lebih dulu memprioritaskan upaya penyelamatan rumah penduduk.
“Kebakaran terjadi di dekat permukiman warga sehingga tim sempat fokus untuk mengamankan rumah warga terlebih dahulu,” ujar Ferdian.
Kebakaran pertama terjadi di Desa Sungai Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara. Api membakar sekitar 10 hektare lahan bergambut yang ditumbuhi semak belukar, akasia, dan gelam.
Tim Manggala Agni Daops Sumatera XIV/Banyuasin bergerak ke lokasi setelah petugas piket melihat kepulan asap dari pondok kerja.
Operasi pemadaman berlangsung mulai pukul 14.19 WIB hingga 18.07 WIB dengan luas area yang berhasil dipadamkan sekitar 3 hektare.
Dalam operasi tersebut, dua regu Manggala Agni bekerja sama dengan personel TNI, Polri, BPBD Kabupaten Ogan Ilir, BPBD Provinsi Sumatera Selatan, serta mendapat dukungan dua unit helikopter water bombing.
Pada hari yang sama, kebakaran juga terjadi di Desa Ibul Besar I, Kecamatan Pemulutan. Sekitar 5 hektare lahan dengan vegetasi semak belukar, purun, dan gelam di kawasan tanah mineral terbakar.
Informasi kebakaran diterima dari petugas Tol Kapal Betung. Tim gabungan kemudian melakukan pemadaman darat mulai pukul 18.34 WIB hingga 21.40 WIB dan berhasil mengendalikan api dengan luas area yang dipadamkan sekitar 2 hektare.
“Saat ini kondisi kebakaran sudah padam dan seluruh area yang terbakar telah berhasil dikendalikan,” kata Ferdian.
Berdasarkan laporan Manggala Agni Daops Sumatera XIV/Banyuasin, kedua lokasi kebakaran berada di Area Penggunaan Lain (APL). Sementara lokasi kebakaran di Desa Sungai Rambutan merupakan lahan milik masyarakat.
Meski kondisi cuaca didominasi cerah hingga cerah berawan dengan kecepatan angin berkisar 5 hingga 9 kilometer per jam, seluruh titik api berhasil dipadamkan pada hari yang sama sehingga tidak lagi mengancam permukiman warga.
(**)











