Teheran, Sumselupdate.com – Iran mengizinkan sejumlah kapal asal China melintasi Selat Hormuz setelah mengikuti protokol pelayaran yang ditetapkan pemerintah Iran. Informasi tersebut dilaporkan kantor berita semiresmi Iran, Fars, Kamis (15/5/2026), mengutip sumber yang mengetahui kebijakan tersebut.
Laporan itu menyebutkan, sejak Rabu (13/5/2026) malam waktu setempat, beberapa kapal China telah berhasil melintasi jalur strategis tersebut sesuai mekanisme pengelolaan yang diterapkan Iran.
Sementara itu, seorang pejabat senior Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran mengatakan sedikitnya 30 kapal telah melintas di Selat Hormuz sejak Rabu malam.
Pejabat tersebut juga menyebut sejumlah negara telah menerima dan mengikuti rute pelayaran yang ditetapkan Iran untuk melewati kawasan perairan tersebut.
Iran mulai memperketat pengawasan di Selat Hormuz sejak 28 Februari 2026. Kebijakan itu diambil setelah Teheran melarang kapal yang dimiliki atau terafiliasi dengan Israel dan Amerika Serikat melintas, menyusul serangan gabungan kedua negara terhadap wilayah Iran.
Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, menegaskan Selat Hormuz tetap terbuka bagi kapal komersial dari berbagai negara, selama mematuhi koordinasi dengan angkatan laut Iran saat melintas di jalur tersebut.
“Iran tidak menghalangi pelayaran melalui Selat Hormuz,” ujar Araghchi seperti dikutip Fars.
Ia justru menuding Amerika Serikat melakukan blokade terhadap jalur pelayaran tersebut dan berharap situasi dapat segera berakhir melalui pencabutan blokade yang disebutnya ilegal.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia karena menjadi lintasan utama distribusi minyak dan gas dari kawasan Timur Tengah ke berbagai negara. Ketegangan di kawasan itu dikhawatirkan berdampak terhadap stabilitas perdagangan dan energi global.
(**)











