Tangan Mungil Aisyah, Semangat Besar di Balik Upacara HUT ke-81 RI di Palembang

Writer: - Senin, 17 Agustus 2026
Aisyah Izzah Shalilah, siswi kelas 3 SDIT Darul Fadhli, Sako, Palembang, tampil percaya diri saat menjadi dirigen paduan suara dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026). Meski baru berusia 8 tahun, Aisyah mampu memimpin paduan suara dengan gerakan tangan yang tegas dan penuh semangat. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Usianya baru 8 tahun, tetapi Aisyah Izzah Shalilah berani berdiri di depan guru dan teman-temannya untuk memimpin paduan suara dalam upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di SDIT Darul Fadhli, Sako, Palembang, Senin (17/8/2026). Dengan tangan mungil dan gerakan penuh percaya diri, siswi kelas 3 itu menjalankan tugas sebagai dirigen, sekaligus menunjukkan keberanian, disiplin, dan semangat mengisi kemerdekaan sejak usia dini.

PAGI itu, suasana halaman SDIT Darul Fadhli dipenuhi nuansa merah putih. Guru dan siswa mengikuti upacara peringatan Hari Kemerdekaan dengan khidmat.

Read More

Di tengah barisan peserta upacara, perhatian tertuju kepada seorang anak perempuan yang berdiri di depan paduan suara.

Namanya Aisyah Izzah Shalilah.

Tubuhnya masih mungil. Usianya pun baru menginjak delapan tahun. Namun, pagi itu Aisyah mendapat kepercayaan menjalankan tugas yang membutuhkan keberanian dan konsentrasi.

Ia menjadi dirigen paduan suara.

Aisyah Izzah Shalilah, siswi kelas 3 SDIT Darul Fadhli, Sako, Palembang, berfoto bersama guru usai menjalankan tugas sebagai dirigen paduan suara dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026). Momen tersebut menjadi kenangan atas keberanian Aisyah tampil memimpin paduan suara di usianya yang baru 8 tahun. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Dengan kedua tangannya, Aisyah memberikan aba-aba mengikuti irama lagu. Gerakannya terlihat tegas dan enerjik. Sesekali ia mengarahkan tangan dengan penuh konsentrasi agar paduan suara tetap mengikuti tempo.

Tidak terlihat rasa gugup yang berlebihan.

Di hadapan para guru dan teman-temannya, Aisyah justru tampil percaya diri. Ia menjalankan tugas tersebut hingga rangkaian penampilan paduan suara selesai.

Bagi sebagian orang, menjadi dirigen mungkin terlihat sebagai tugas sederhana. Namun bagi anak seusia Aisyah, berdiri di depan banyak orang dan memimpin teman-temannya merupakan pengalaman yang tidak kecil.

Di situlah keberanian Aisyah terlihat.

Anak Pertama dari Dua Bersaudara

Aisyah Izzah Shalilah merupakan anak pertama dari dua bersaudara, buah hati pasangan Taufik Alpian dan Tri Endang Lestari.

Saat ini Aisyah duduk di kelas 3 SDIT Darul Fadhli, Sako, Palembang.

Sebagai anak yang masih berada di usia sekolah dasar, pengalaman menjadi dirigen menjadi salah satu kesempatan baginya untuk belajar tampil di depan umum.

Kepercayaan yang diberikan kepadanya juga menjadi ruang untuk belajar menjalankan tanggung jawab.

Aisyah tidak hanya dituntut mampu mengikuti irama, tetapi juga harus menjaga konsentrasi dan memastikan gerakan tangannya dapat menjadi aba-aba bagi paduan suara.

Tugas tersebut dijalankannya dengan penuh semangat.

Tangan Kecil, Keberanian Besar

Gerakan tangan Aisyah mungkin sederhana. Namun di balik gerakan tersebut tersimpan keberanian seorang anak untuk tampil di hadapan banyak orang.

Ia tidak bersembunyi di balik barisan teman-temannya.

Ia justru berdiri di depan.

Memimpin.

Memberi aba-aba.

Dan menyelesaikan tugas yang dipercayakan kepadanya.

Penampilan Aisyah pun mendapat respons positif dari para guru dan teman-temannya. Apresiasi diberikan atas keberanian, semangat, serta kemampuannya menjalankan tugas sebagai dirigen.

Bagi Aisyah, pengalaman tersebut bukan hanya tentang menjadi pemimpin paduan suara dalam sebuah upacara.

Ada pelajaran tentang percaya diri yang ia dapatkan.

Ada kedisiplinan yang harus dijalankan.

Ada tanggung jawab yang harus diselesaikan.

Dan ada pengalaman tampil di depan banyak orang yang kelak bisa menjadi bekal ketika ia tumbuh dewasa.

Belajar Memaknai Kemerdekaan dari Sekolah

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di SDIT Darul Fadhli menjadi salah satu cara bagi para siswa untuk mengenal dan memaknai kemerdekaan.

Setiap siswa mengambil peran masing-masing.

Ada yang mengikuti upacara dengan tertib. Ada yang bertugas dalam pengibaran bendera. Ada pula yang menjadi bagian dari paduan suara.

Aisyah mendapat kesempatan menjalankan peran sebagai dirigen.

Tugas tersebut sekaligus menjadi bentuk partisipasinya dalam memeriahkan Hari Kemerdekaan Indonesia.

Bagi anak-anak seusianya, mengisi kemerdekaan tidak harus selalu dilakukan melalui sesuatu yang besar.

Belajar dengan sungguh-sungguh, berani tampil, disiplin menjalankan tugas, menghargai teman, dan bertanggung jawab merupakan bagian dari proses membentuk generasi penerus bangsa.

Aisyah menunjukkan hal itu melalui caranya sendiri.

Sebuah Pengalaman yang Akan Diingat

Pagi itu akhirnya berlalu.

Paduan suara telah selesai. Tugas Aisyah sebagai dirigen pun dituntaskan.

Namun, pengalaman berdiri di depan guru dan teman-temannya kemungkinan akan menjadi salah satu cerita yang diingatnya ketika kelak tumbuh dewasa.

Di usianya yang masih delapan tahun, Aisyah telah merasakan bagaimana rasanya dipercaya, memimpin, dan bertanggung jawab.

Ia mungkin belum memahami seluruh makna perjuangan para pahlawan secara mendalam.

Tetapi melalui sebuah tugas sederhana di halaman sekolah, Aisyah telah belajar satu hal penting: setiap orang dapat mengambil bagian dalam mengisi kemerdekaan, sesuai dengan kemampuan dan usianya.

Hari itu, tangan mungil Aisyah tidak mengangkat senjata dan tidak berada di medan perjuangan.

Tangan itu hanya bergerak mengikuti irama lagu.

Namun dari gerakan sederhana tersebut, terpancar keberanian seorang anak untuk tampil, memimpin, dan memberikan yang terbaik.

Di tengah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Aisyah menjadi pengingat bahwa semangat Indonesia dapat tumbuh dari mana saja.

Bahkan dari seorang anak kelas 3 SD dengan tangan mungil yang berdiri tegap di depan paduan suara. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts