Siswi MAN 1 Lubuklinggau Jadi Paskibraka Nasional, Khalyana Zahira Tampil di Istana Merdeka

Writer: - Selasa, 18 Agustus 2026
Khalyana Zahira Sandi, siswi MAN 1 Lubuklinggau asal Sumatera Selatan, menjalankan tugas sebagai anggota Paskibraka Tingkat Nasional pada Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026). (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com – Kebanggaan menyelimuti keluarga besar madrasah di Sumatera Selatan. Khalyana Zahira Sandi, siswi MAN 1 Lubuklinggau, berhasil menjalankan tugas sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Nasional pada Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026).

Keberhasilan Khalyana menjadi kebanggaan tidak hanya bagi MAN 1 Lubuklinggau, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat Sumatera Selatan.

Read More

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sumatera Selatan Syafitri Irwan menyampaikan apresiasi atas capaian siswi kelahiran Lubuklinggau, 2 Agustus 2010 tersebut.

Khalyana sebelumnya berhasil melewati proses seleksi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) pada 22 Juni 2026 hingga terpilih menjadi bagian dari Paskibraka Tingkat Nasional.

Syafitri menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa peserta didik madrasah di Sumatera Selatan memiliki kualitas, kedisiplinan dan daya saing untuk berprestasi di tingkat nasional.

“Kami sangat bangga dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada ananda Khalyana Zahira Sandi atas suksesnya menjalankan tugas negara di Istana Merdeka. Keberhasilan ini bukan hanya kebanggaan bagi MAN 1 Lubuklinggau dan Sumatera Selatan, tetapi juga membuktikan bahwa siswa madrasah mampu berdiri setara dan berprestasi di tingkat tertinggi nasional,” ujar Syafitri, Selasa (18/8/2026).

Bagi Khalyana, kesempatan menjadi bagian dari upacara kenegaraan di Istana Merdeka menjadi pengalaman yang tidak terlupakan.

Siswi asal Lubuklinggau itu mengaku bersyukur sekaligus terharu setelah berhasil menuntaskan tugas di hadapan Presiden RI dan para tamu negara.

“Saya sangat bersyukur dan terharu bisa menjalankan tugas ini dengan lancar di Istana Merdeka. Terima kasih kepada orang tua, Bapak Kakanwil Kemenag Sumsel, Kepala MAN 1 Lubuklinggau, pembina, serta seluruh pelatih yang terus mendoakan dan membimbing saya hingga bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” kata Khalyana.

Perjalanan Khalyana hingga menjadi Paskibraka Nasional tidak diraih secara instan. Ia telah mengenal kegiatan baris-berbaris sejak duduk di bangku SD dan SMP.

Kemampuan tersebut kemudian terus diasah ketika melanjutkan pendidikan di MAN 1 Lubuklinggau. Latihan dan pengalaman yang dijalani menjadi bekal hingga akhirnya Khalyana mampu melewati proses seleksi dan terpilih sebagai Paskibraka Tingkat Nasional.

Kebahagiaan juga dirasakan keluarga Khalyana di Desa Mandi Aur, Kabupaten Musi Rawas. Sang ibu, Mery Laduana Fitriana, mengaku bangga sekaligus terharu melihat putrinya dapat menjalankan tugas di Istana Merdeka.

Terlebih, Khalyana harus menjalani masa karantina di Jakarta sejak 14 Juli 2026 sebelum mengikuti rangkaian tugas sebagai Paskibraka Nasional.

“Rasanya tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Ada bangga, haru, gembira, dan juga rindu. Saya dan suami adalah orang desa dari Desa Mandi Aur, Musi Rawas. Alhamdulillah ini rezeki anak saya bisa lolos hingga tingkat nasional. Waktu lolos ke tingkat provinsi saja kami sudah sangat senang, apalagi sampai ke tingkat nasional,” tutur Mery.

Khalyana merupakan putri kedua pasangan Napyadi Alex Sandi, PNS Pemerintah Kabupaten Musi Rawas, dan Mery Laduana Fitriana.

Prestasi di bidang pendidikan juga telah menjadi bagian dari keluarga tersebut. Putra sulung mereka yang merupakan alumni MAN 1 Lubuklinggau berhasil melanjutkan pendidikan ke Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

Mery pun mengapresiasi pembinaan yang diberikan MAN 1 Lubuklinggau dan Kementerian Agama sehingga kedua anaknya mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan potensi dan melanjutkan pendidikan.

Sementara itu, Syafitri berharap keberhasilan Khalyana dapat menjadi inspirasi bagi peserta didik madrasah lainnya di Sumatera Selatan.

Ia mendorong para siswa untuk berani memiliki cita-cita besar, menjaga kedisiplinan serta terus mengembangkan kemampuan yang dimiliki.

“Semoga prestasi ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh siswa madrasah di Sumatera Selatan untuk terus berprestasi, berani bermimpi besar, dan memberikan karya terbaik untuk mengharumkan nama daerah serta bangsa dan negara,” katanya.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts