Tembus 600 Kelahiran, Blastula IVF Siloam Sriwijaya Catat Tingkat Keberhasilan 78 Persen

Writer: - Selasa, 18 Agustus 2026
Konferensi pers Klinik Blastula IVF Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang, Selasa (18/8/2026). (Sumselupdate.com/Candra Budiman)

Palembang, Sumselupdate.com — Harapan memiliki buah hati menjadi perjuangan panjang bagi pasangan yang tengah menjalani program kehamilan. Kini perjalanan penuh penantian itu kini semakin menemukan titik terang dengan hadirnya layanan fertilitas berteknologi modern di Klinik Blastula IVF Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang.

Memasuki tahun kelima sejak resmi berdiri pada 21 Januari 2021, Klinik Blastula IVF mencatat tonggak penting dengan merayakan kelahiran bayi tabung ke-600.

Pencapaian tersebut sekaligus memperkuat posisi klinik sebagai salah satu layanan fertilitas yang menjadi rujukan masyarakat di Sumatera. Yang semakin menarik, tingkat keberhasilan program bayi tabung di Blastula IVF disebut telah mencapai 78 persen.

‎Angka tersebut menjadi salah satu capaian yang dibanggakan karena menunjukkan konsistensi pelayanan, dukungan teknologi, serta pengalaman tim medis dan embriologi dalam mendampingi para pejuang garis dua.

Perjalanan menuju 600 kelahiran berlangsung secara bertahap, dimana pada awal 2024, Blastula IVF mencatat 255 kelahiran, kemudian meningkat menjadi 300 kelahiran pada April 2024.

Baca juga: Kelahiran Bayi di Malaysia Anjlok 6,1 Persen, Populasi Justru Tembus 34,4 Juta

‎Angka tersebut kembali bertambah hingga menembus 500 kelahiran pada September 2025, sebelum akhirnya mencapai 600 kelahiran pada 2026.

Bagi Klinik Blastula IVF, angka tersebut bukan sekadar statistik medis. Di baliknya terdapat ratusan keluarga yang akhirnya dapat menggendong buah hati setelah melewati berbagai proses dan penantian.

Salah satu kisah datang dari pasangan Fuhans dan Risnawati asal Palembang. Setelah menantikan kehadiran buah hati selama lima tahun, pasangan tersebut akhirnya dikaruniai seorang bayi laki-laki melalui program bayi tabung di Blastula IVF.

‎Sang buah hati lahir pada 11 Agustus 2026, dan menjadi bagian dari kisah kebahagiaan dalam perjalanan menuju bayi tabung ke-600.

Baca juga: Lahir di Palembang, Bayi Bisa Dapat ‘Kado’ KK, KIA dan Akta Kelahiran Tanpa Orang Tua Bolak-balik ke Dukcapil

Chief Executive Officer Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang, Andry Sjamsu, EMBA., MARS., M.M., mengatakan pencapaian tersebut merupakan bukti komitmen rumah sakit dalam menghadirkan layanan fertilitas berkualitas bagi masyarakat, khususnya di Pulau Sumatera.

‎”Angka 600 bukan sekadar angka. Di baliknya ada 600 keluarga yang penantiannya berujung syukur,” ucapnya.

Sementara itu, Hospital Director Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang, Ns. Benedikta Betty Bawaningtyas, S.Kep., M.M., FISQua, menyebut keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi antara dokter, tim embriologi dan manajemen rumah sakit.

‎Menurutnya, layanan fertilitas tidak hanya berkaitan dengan teknologi dan angka keberhasilan, tetapi juga bagaimana pasien mendapatkan pendampingan secara menyeluruh sejak konsultasi hingga proses kehamilan.

Dari sisi teknologi, Blastula IVF juga mengembangkan metode blastula transfer, yakni transfer embrio pada tahap perkembangan hari kelima hingga keenam. Teknologi tersebut, menjadi bagian dari upaya klinik meningkatkan peluang keberhasilan program IVF.

‎Sedangkan Dokter Blastula IVF Siloam Sriwijaya, dr. M. Aerul Chakra, Sp.OG-KFER, MIGS, mengatakan perkembangan teknologi fertilitas terus diikuti agar pasien mendapatkan layanan yang sesuai dengan kemajuan dunia medis.

Pencapaian 600 kelahiran ini sekaligus menjadi momentum bagi Blastula IVF untuk memperluas edukasi, layanan dan jangkauan masyarakat. ‎Dengan tingkat keberhasilan yang mencapai 78 persen, klinik tersebut berkomitmen terus mendampingi pasangan yang masih berjuang mewujudkan impian memiliki buah hati.

Ditambahkannya, bahwa masyarakat saat ini tidak perlu lagi berobat keluar negeri untuk program kehamilan karena di dalam negeri fasilitas rumah sakit khususnya di RS Siloam ini sudah sama.

‎”Yang terpenting, bagi para pejuang garis dua, setiap proses mungkin membutuhkan kesabaran dalam mengikuti program Blastula IVF Siloam ini. Kisah 600 kelahiran tersebut menjadi gambaran bahwa di balik panjangnya penantian, selalu ada harapan yang layak diperjuangkan,” tutup dr. M. Aerul Chakra. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts