Kualitas Udara Palembang Masih Berbahaya, PM2.5 Musi Dua Tembus 1.225

Writer: - Sabtu, 3 Oktober 2026
Sejumlah anak sekolah mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah di tengah kondisi kualitas udara Palembang yang masih buruk. (Foto: Ilustrasi)

Palembang, Sumselupdate.com — Kualitas udara di Kota Palembang masih berada pada level berbahaya berdasarkan pemantauan aplikasi IQAir hingga Sabtu (3/10/2026) pagi.

Kondisi tersebut terpantau di sejumlah titik pemantauan kualitas udara di Palembang. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan dan membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kondisi udara memburuk.

Read More

Berdasarkan pantauan IQAir pada pukul 03.00 WIB, empat wilayah di Palembang terpantau berada dalam kategori berbahaya, yakni Sukarami, Musi Dua, Demang, dan GP Plm.

Pada pukul tersebut, indeks kualitas udara yang terpantau di Sukarami berada di angka 10,25, Musi Dua Palembang 426, Demang 453, dan GP Plm 575.

Kondisi kualitas udara kembali dipantau pada pukul 04.00 WIB. Sejumlah titik masih menunjukkan angka yang masuk kategori berbahaya.

IQAir mencatat Sukarami berada di angka 441, Musi Dua Palembang melonjak hingga 1.225, Demang 665, dan GP Plm 904.

Data tersebut merupakan hasil pemantauan sementara dan dapat berubah seiring perubahan kondisi atmosfer maupun sumber polusi di sekitar Palembang.

Masyarakat diimbau terus memantau perkembangan kualitas udara melalui aplikasi IQAir serta mengikuti informasi dan imbauan dari pemerintah maupun instansi terkait.

Sekolah Terapkan Pembelajaran Daring

Di tengah kondisi kualitas udara yang memburuk, sejumlah sekolah di Palembang mulai menerapkan pembelajaran secara daring pada Sabtu (3/10/2026).

Kebijakan tersebut diberlakukan untuk jenjang TK, SD, dan SMP sebagai salah satu langkah untuk mengurangi paparan udara buruk terhadap peserta didik.

Siswa yang mengikuti pembelajaran dari rumah diimbau tetap mengikuti kegiatan belajar sesuai jadwal dan mengerjakan tugas yang diberikan guru.

Orang tua juga diharapkan ikut melakukan pengawasan agar anak tetap mengikuti pembelajaran dari rumah dan tidak keluar rumah tanpa keperluan mendesak selama kualitas udara masih buruk.

Warga Keluhkan Asap Semakin Tebal

Memburuknya kualitas udara juga dirasakan langsung masyarakat Palembang.

Sejumlah warga mengeluhkan kondisi udara yang semakin menusuk dan membuat aktivitas di luar rumah menjadi tidak nyaman.

Bagus, salah seorang warga Palembang, mengatakan kabut asap yang terasa pada malam hingga dini hari lebih tebal dibandingkan sebelumnya.

Menurut dia, kondisi tersebut bahkan membuat matanya terasa perih dan udara menjadi tidak nyaman ketika dihirup.

“Kabut asap malam ini terasa lebih tebal. Mata saya sampai sakit dan udara terasa sesak ketika dihirup,” ujar Bagus.

Kondisi kualitas udara yang masih berada pada level berbahaya membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki sensitivitas terhadap polusi udara.

Masyarakat juga disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk dan menggunakan masker yang sesuai apabila harus beraktivitas di luar rumah.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts