Pencemaran Udara Palembang Masuk Kategori Berbahaya, Waspadai Risiko Gangguan Kesehatan

Writer: - Jumat, 2 Oktober 2026
Kualitas udara di Kota Palembang masuk kategori berbahaya dengan indeks AQI mencapai 1.028 pada Jumat (2/10/2026) pagi. Kondisi tersebut ditandai kabut asap tebal dan berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi masyarakat. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com — Kualitas udara di Kota Palembang semakin mengkhawatirkan. Menjelang pagi, Jumat (2/10/2026), kabut asap dilaporkan semakin tebal hingga jarak pandang di sejumlah wilayah sulit terlihat.

Berdasarkan pantauan aplikasi IQAir sekitar pukul 04.00 WIB, empat wilayah di Palembang terpantau masuk kategori berbahaya. Masing-masing Sukarami dengan indeks 551, Musi Dua Palembang 1.028, Demang 728, dan GP Plm 878.

Read More

Kondisi tersebut kembali memburuk berdasarkan pemantauan sekitar pukul 05.00 WIB. Indeks kualitas udara di Sukarami tercatat 736, Demang 716, dan GP Plm mencapai 1.046. Sementara angka untuk kawasan Musi Dua Palembang tercatat 1.028.

Angka tersebut menunjukkan tingkat pencemaran udara yang sangat tinggi dan berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi masyarakat, terutama kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan.

Kondisi ini juga menjadi perhatian terhadap aktivitas pembelajaran tatap muka di sekolah.

Pihak sekolah diminta mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka dan mempertimbangkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) apabila kondisi kualitas udara semakin memburuk.

“Kaitan proses belajar tatap muka dan pembelajaran jarak jauh ini sudah saya limpahkan ke sekolah masing-masing. Silakan melibatkan para komite, diajak rapat bersama untuk menentukan,” Wali Kota Palembang Ratu Dewa belum lama ini.

Menurutnya, kondisi saat ini perlu mendapat perhatian serius karena posisi ISPU berada pada level berbahaya dan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) juga mengalami peningkatan.

“Tetapi karena sekarang posisi kita ISPU cukup tinggi di posisi berbahaya, ISPA juga mengalami peningkatan, untuk sementara harapan saya dikoordinasikan dengan stakeholder lain supaya tetap proses belajar-mengajarnya dengan menggunakan PJJ,” katanya.

Kabut asap yang menyelimuti Palembang diduga masih berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI).

“Asal asap masih dari karhutla di OKI dan sekitarnya,” tambahnya.

Di tengah kondisi kualitas udara yang memburuk, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika konsentrasi polutan sedang tinggi.

“Kondisi kualitas udara masih perlu menjadi perhatian, terutama bagi kelompok masyarakat yang sensitif terhadap pencemaran udara. Masyarakat dapat mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk dan selalu menggunakan masker,” jelasnya.

Masyarakat juga diimbau menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar rumah serta memperhatikan perkembangan kualitas udara melalui sumber informasi resmi.

Evaluasi terhadap kegiatan belajar mengajar di sekolah menjadi penting untuk memastikan keselamatan dan kesehatan peserta didik selama kondisi pencemaran udara masih berada pada level berbahaya.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts