Jakarta, Sumselupdate.com – Adanya polemik penentuan lokasi kongres Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) membuat malu lembaga yang menaunginya. Bahkan Pelaksana tugas Ketua Umum PSSI Hinca Panjaitan mengatakan bahwa kejadian seperti ini pertama kali ada di dunia.
Hinca mennyebutkan, beberapa pekan terakhir pemerintah dan PSSI hanya berputar-putar pada lokasi pelaksanaan kongres. Akibatnya, perjalanan organisasi induk sepakbola tanah air itu jadi mandek.
“Harusnya kan kita berdebat pada program andal PSSI ke depan. Bukan persoalan yang malah tidak ada substansinya,” ujar Hinca di Makassar, pada Sabtu (15/10) malam.
Ia pun menegaskan, pihaknya siap mengganti seluruh kerugian materiil panitia lokal di Makassar. “Kami bertanggung jawab penuh soal itu. Akan kami bicarakan bersama,” katanya.
Panitia local, lanjut Hinca, telah bekerja keras menyiapkan seluruh kebutuhan pelaksanan kongres yang dijadwalkan berlangsung pada 17 Oktober. Namun, belakangan kongres ditunda hingga 10 November dan tempat pelaksanaannya dipindahkan ke Jakarta. Penundaan itu diambil setelah PSSI menerima surat perintah dari badan sepakbola dunia FIFA. Penundaan itu sekaligus juga sebagai jalan keluar bagi PSSI.
Sebelumnya, antara pemerintah dan PSSI terjadi polemik terkait lokasi pelaksanaan kongres. PSSI menetapkan kongres diadakan di Makassar sesuai keputusan komite eksekutif. Namun pemerintah dan “Kelompok 85” meminta kongres dilaksanakan di Yogyakarta. Kota itu dipilih karena memiliki sejarah yang merupakan tempat didirikannya PSSI pada 19 April 1930.
Atas pembatalan kongres di Makassar, Hinca bersama sejumlah pengurus Komite Eksekutif PSSI tiba di Makassar. Mereka menemui dan meminta maaf kepada Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo.
“Kami awalnya datang menyampaikan pelaksaan kongres. Tapi karena batal di Makassar maka kami juga datang meminta maaf,” ujar Hinca.
Gubernur Syahrul berharap tidak ada lagi polemik yang terjadi di tubuh PSSI. Syahrul mengaku sangat kecewa atas dibatalkannya Makassar sebagai tuan rumah kongres luar biasa PSSI.
“Padahal kami berharap kejayaan sepakbola Indonesia bisa dimulai dari Makassar,” kata Syahrul. (ram)











