Kuala Lumpur, Sumselupdate.com – Pemerintah Malaysia mulai menerapkan kebijakan kerja dari rumah (work from home/WFH) bagi sekitar 200.000 pegawai negeri mulai Rabu (15/4/2026).
Kebijakan ini diambil sebagai langkah untuk mengurangi dampak kenaikan harga bahan bakar yang turut dipengaruhi kondisi global.
Kepala Sekretaris Pemerintah Shamsul Azri Abu Bakar menjelaskan bahwa penerapan WFH akan disesuaikan dengan kebutuhan operasional masing-masing instansi.
“Persetujuan pelaksanaan WFH berada pada kebijakan kepala departemen, tergantung kebutuhan kerja dan kesesuaian tugas,” ujarnya dalam konferensi pers.
Ia menambahkan, Malaysia tidak terlepas dari dampak gejolak global, khususnya ketidakpastian geopolitik yang memengaruhi sektor energi dan harga bahan bakar.
Meski demikian, Shamsul Azri optimistis para pegawai negeri tetap menjalankan tugas secara profesional meskipun bekerja secara fleksibel dari rumah.
“Saya yakin pegawai negeri tidak akan menyalahgunakan kebijakan ini, seperti hanya bersantai atau pergi berbelanja saat jam kerja,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar kebijakan WFH tidak dijadikan alasan untuk menunda atau menghambat program kerja yang telah direncanakan pemerintah.
Kebijakan ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah Malaysia dalam menjaga efisiensi sekaligus membantu pegawai menghadapi tekanan ekonomi akibat kenaikan biaya hidup.
(**)











