Jalan Hauling Batu Bara Dibangun di Muba, Herman Deru: Kurangi Kemacetan dan Tingkatkan Ekonomi

Writer: - Rabu, 15 April 2026
Proses perataan lahan pembangunan jalan hauling yang menghubungkan Kecamatan Tungkal Jaya dan Bayung Lencir. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Sekayu, Sumselupdate.com – Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, melakukan groundbreaking pembangunan jalan hauling batu bara milik PT Bhumi Sriwijaya Perdana Coal (BSPC) di Desa Beji Mulyo, Kecamatan Tungkal Jaya dan Desa Mangsang, Kecamatan Bayung Lencir, Rabu (15/4/2026).

Pembangunan jalan khusus angkutan batu bara ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan di jalan umum, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

Read More

Dalam sambutannya, Herman Deru mengapresiasi dimulainya pembangunan infrastruktur tersebut sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan daerah di Sumatera Selatan.

“Ini adalah niat dan aksi baik yang patut kita apresiasi. Legacy pembangunan terus kita bangun, baik fisik maupun nonfisik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sejak awal masa jabatannya pada 2018, Pemerintah Provinsi Sumsel telah menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 74 yang melarang angkutan batu bara melintas di jalan umum.

Gubernur Sumsel Herman Deru saat melakukan groundbreaking jalan hauling batu bara PT BSPC di Kabupaten Musi Banyuasin. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Kebijakan tersebut diambil karena sebelumnya aktivitas angkutan batu bara sempat menimbulkan berbagai persoalan serius, mulai dari kemacetan parah hingga kerugian masyarakat akibat terganggunya distribusi barang dan layanan kesehatan.

“Dulu ada pedagang yang merugi karena sayur dan buah busuk di jalan, ada ambulans yang terhambat, bahkan ada warga yang tidak tertolong karena sulit mencapai rumah sakit,” jelasnya.

Herman Deru juga menyebut, meski sempat mendapat tekanan, kebijakan tersebut tidak menghambat produksi batu bara di Sumsel yang justru meningkat dari tahun ke tahun.

“Tidak ada perusahaan yang bangkrut. Produksi justru meningkat karena mulai beralih ke jalan khusus,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah selama ini mengalokasikan sekitar Rp400 miliar per tahun untuk pemeliharaan jalan, yang sebagian besar terdampak oleh aktivitas angkutan batu bara di jalan umum.

Dalam kesempatan itu, ia juga meminta perusahaan untuk memperhatikan tanggung jawab sosial dan lingkungan serta memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat lokal.

“Kita sambut investor, tetapi masyarakat sekitar juga harus merasakan manfaatnya,” katanya.

Sementara itu, Bupati Musi Banyuasin, Toha Tohet, berharap pembangunan jalan hauling ini dapat memberikan dampak positif terhadap ekonomi masyarakat serta membuka lapangan kerja baru.

Pihak PT BSPC melalui Manager Dipo Fitrah Ramadhan menjelaskan bahwa jalan hauling yang dibangun memiliki panjang sekitar 10,46 kilometer dengan lebar 15 meter, melintasi dua kecamatan dan dua desa di wilayah Muba.

Ia menambahkan, sebagian besar jalur berada di kawasan hutan yang telah mengantongi izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH) sejak 2023, serta tengah melengkapi dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Perusahaan juga berkomitmen untuk menjalankan pembangunan sesuai regulasi serta meningkatkan dampak ekonomi bagi masyarakat, termasuk membuka lapangan kerja dan mengutamakan tenaga kerja lokal.

Groundbreaking ditandai dengan perataan jalan menggunakan alat berat oleh Gubernur Sumsel bersama Bupati Musi Banyuasin dan jajaran direksi PT BSPC.

Pembangunan jalan hauling ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mendukung kelancaran distribusi batu bara sekaligus mengurangi dampak negatif terhadap masyarakat di wilayah sekitar.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts