London, Sumselupdate.com – Ketegangan di kawasan Selat Hormuz meningkat setelah laporan menyebutkan sejumlah kapal mengubah data tujuan pelayaran untuk menghindari dampak blokade Amerika Serikat (AS) terhadap Iran.
Media pelayaran Inggris Lloyd’s List melaporkan, setidaknya dua kapal terdeteksi mengubah data tujuan pada Sistem Identifikasi Otomatis (AIS) saat melintasi Selat Hormuz.
Perubahan tersebut terjadi setelah diberlakukannya blokade oleh Amerika Serikat terhadap kapal-kapal yang masuk dan keluar dari wilayah Iran.
Dalam laporan itu disebutkan, kapal-kapal yang semula menuju pelabuhan Bandar Abbas di Iran selatan mengubah sinyal tujuan AIS menjadi “PG Ports” atau pelabuhan-pelabuhan Teluk Persia saat berada di jalur pelayaran strategis tersebut.
Namun setelah berhasil melintasi Selat Hormuz, kapal-kapal tersebut kembali melanjutkan perjalanan menuju Bandar Abbas.
Analis menilai langkah tersebut dilakukan untuk menyulitkan proses pelacakan dan pengumpulan intelijen dalam pelaksanaan blokade.
“Taktik ini membuat upaya pemantauan menjadi lebih kompleks dan membutuhkan sumber daya tambahan untuk mengidentifikasi kapal yang menuju pelabuhan Iran,” demikian disebutkan dalam laporan.
Sementara itu, United States Central Command (CENTCOM) menyatakan lebih dari 10.000 personel militer dikerahkan untuk menjalankan misi blokade terhadap kapal yang keluar-masuk pelabuhan Iran.
Blokade tersebut disebut menargetkan kapal dari berbagai negara tanpa pengecualian, seiring meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah.
(**)











