AS dan Iran Sepakati Gencatan Senjata 2 Pekan Jelang Tenggat Donald Trump, Negosiasi Digelar di Pakistan

Writer: - Kamis, 9 April 2026
Seorang demonstran memegang plakat di depan Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat, pada 7 April 2026. (Xinhua/Li Rui)

Washington, Sumselupdate.com – Iran dan Amerika Serikat (AS) menyepakati gencatan senjata selama dua pekan, hanya kurang dari dua jam sebelum tenggat waktu yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump.

Kesepakatan tersebut mencakup penghentian sementara serangan militer dan rencana pembukaan jalur negosiasi antara kedua negara yang akan difasilitasi di Pakistan.

Read More

Trump pada Selasa (7/4/2026) mengumumkan bahwa dirinya setuju untuk “menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran selama dua pekan”. Keputusan itu bergantung pada kesediaan Iran membuka Selat Hormuz secara penuh, aman, dan segera.

Kesepakatan gencatan senjata ini tercapai beberapa jam sebelum tenggat ultimatum yang sebelumnya disampaikan Trump kepada Iran.

Dari pihak Iran, Menteri Luar Negeri Seyed Abbas Araghchi menyatakan bahwa Iran akan menghentikan “operasi pertahanan” jika serangan terhadap negaranya dihentikan.

Ia juga memastikan bahwa selama masa gencatan senjata dua pekan, Iran akan menjamin jalur aman di Selat Hormuz melalui koordinasi dengan angkatan bersenjata.

Selain itu, Iran menyatakan kesediaannya untuk melakukan negosiasi dengan AS di Islamabad, ibu kota Pakistan.

Pemerintah Pakistan yang memfasilitasi kesepakatan tersebut turut mengonfirmasi perkembangan ini. Perdana Menteri Shehbaz Sharif menyebut gencatan senjata berlaku segera di seluruh wilayah konflik, termasuk Lebanon dan kawasan lainnya.

Sebelumnya, Pakistan meminta AS memperpanjang tenggat waktu selama dua pekan serta mendorong Iran membuka Selat Hormuz sebagai bentuk iktikad baik.

Trump menyatakan bahwa pihaknya telah menerima proposal 10 poin dari Iran yang dinilai dapat menjadi dasar negosiasi.

Proposal tersebut mencakup komitmen tidak adanya agresi lanjutan dari AS, pengakuan terhadap hak Iran dalam pengayaan nuklir, pencabutan sanksi, serta keberlanjutan kendali Iran atas Selat Hormuz.

Meski demikian, Araghchi menegaskan bahwa gencatan senjata ini bersifat sementara dan bukan akhir dari konflik, karena kedua pihak masih akan membahas detail lebih lanjut dalam proses negosiasi.

Kesepakatan ini berdampak signifikan terhadap stabilitas global. Ketegangan kawasan mereda, sementara harga minyak dunia dilaporkan turun sekitar 15 persen setelah pengumuman tersebut.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts