2 Pegawai Bank Diperiksa Terkait Kasus Korupsi Pemberian Kredit yang Rugikan Negara Rp1,3 Triliun

Writer: - Rabu, 13 Agustus 2025
Kasi Penkum Kejati Sumsel, Vanny Yulia Eka Sari SH MH . (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)..

Palembang, Sumselupdate.com – Tim Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan memeriksa dua saksi terkait dugaan korupsi pemberian fasilitas pinjaman/kredit senilai Rp1,3 triliun dari salah satu bank plat merah kepada PT BSS dan PT SAL.

Kasi Penkum, Vanny Yulia Eka Sari SH MH mengatakan, pemeriksaan dilakukan pada Selasa (12/8/2025).

Read More

Kedua saksi itu berinisial LS mantan Wakil Kepala Divisi Analisis Resiko Kredit, salah satu bank plat merah pusat tahun 2011 dan K selaku Kepala Divisi Agribisnis salah satu bank plat merah pusat tahun 2010-2014.

“Jaksa Penyidik Pidsus Kejati Sumsel memeriksa dua saksi penting, yakni LS dan K, pemeriksaan berlangsung intensif sejak pukul 10.00 WIB, dengan sekitar 30 pertanyaan terkait mekanisme pengajuan kredit, aliran, hingga penggunaan dana pinjaman,” tegas Vanny, Rabu (13/8/2025).

Ia menegaskan, pemeriksaan ini merupakan bagian dari upaya mengumpulkan alat bukti.

Baca Juga: Kejati Sita Rp506 Miliar, Kasus Pemberian Kredit Bank Plat Merah Buat PT BSS dan PT Sal

“Proses ini masih panjang, dan pemeriksaan saksi-saksi lain akan terus dijadwalkan guna mendalami keterlibatan pihak terkait,” tambahnya.

Sebelumnya, pada 12 Juli 2025, tim Pidsus Kejati Sumsel telah melakukan penggeledahan di empat Lokasi, yakni rumah WS di Jalan Mayor Ruslan Palembang, kantor PT PU di Jalan Jenderal Basuki Rachmat, serta kantor PT BSS dan PT SAL di Jalan Mayor Ruslan Palembang.

Baca Juga: Kasus Kredit Rp1,3 Triliun Bank Plat Merah, Penyidik Kejati Sumsel Periksa Direktur PT BSS dan SAL

Penggeledahan tersebut dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: PRINT-16/L.6/Fd.1/07/2025 tanggal 9 Juli 2025, dan Surat Penetapan Pengadilan Negeri Palembang Nomor: 18/PenPid.Sus-TPK-GLD/2025/PN Plg tanggal 10 Juli 2025.

“Dari hasil penggeledahan, tim menyita sejumlah dokumen dan surat yang berkaitan dengan perkara dugaan korupsi fasilitas pinjaman senilai Rp1,3 triliun tersebut,” tutup Vanny.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts