Palembang, Sumselupdate.com – Usai hebohnya penipuan Kanjeng Dimas yang mengaku bisa menggandakan uang dalam waktu singkat dan banyaknya korban dari aksi itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumsel menemukan 3 warga di Sumsel jadi pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi.
“Sejauh ini ditemukan ada tiga warga Sumsel yang jadi pengikut Dimas Kanjeng, salah satunya tokoh agama atau ustadz juga. Mereka sudah dua tahun terakhir terlibat,” ujar Ketua Komisi Fatwa MUI Sumsel Amin Yati, Kamis (6/10/2016).
Ditambahkan Amin, masing-masing pengikut Padepokan Dimas Kanjeng yakni dua asal Palembang dan satu asal Kabupaten Banyuasin. Bahkan, pengikut yang berstatus ustadz itu juga pernah mengajak keluarganya untuk mengikuti proses penggandaan uang bersama Dimas Kanjeng.
“Kerabat ustadz itu batal karena setoran awal yang cukup besar,” jelas dia.
Selain itu, dirinya juga pernah diajak yang bersangkutan tersebut untuk menjadi pengikut Dimas Kanjeng. Namun, karena menolak, ia ditantang untuk menyaksikan kehebatan Dimas Kanjeng.
“Saya jelaskan waktu itu cara seperti itu salah, tapi saya malah ditantang,” tutupnya.
Diketahui, nama Kanjeng Dimas atau Taat Pribadi mencuat setelah Polda Jawa Timur melakukan penangakapan, pada Kamis 22 September 2016 lalu. Di mana, kasus ini terungkap usai petugas menemukan dua anak buah Taat bernama Ismail dan Abdul Ghoni.
Kedua korban ditemukan tewas di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah sekitar Juli 2016 lalu. Setelah diselidiki, ternyata kedua korban adalah anak buah Taat yang tewas dibunuh, untuk menutupi aksi penipuan Kanjeng Dimas yang menggandakan uang melalui cara mistis. (Man)











