Laporan : Candra Budiman
Palembang, sumselupdate.com- Tempat ibadah umat Budha yakni Vihara Kong Miau yang terletak di dalam Kawasan Jakabaring Sport City, telah dibobol maling, pada Senin (1/7/2024) sekitar Pukul 08.00 WIB.
Beberapa dupa dan alat semprot serta barang lainnya yang berada di dalam vihara hilang, dengan total kerugian mencapai Rp 50 juta.
Halim Susanto, Ketua Vihara Satria Dharma Sriwijaya, mengatakan selain alat dupa yang hilang, masih banyak barang lainnya yang juga hilang dicuri namun belum terdata semuanya.
“Saya sudah meminta pengurus vihara
melaporkan kejadian ini ke polisi. Kejadian ini sudah tiga kali terjadi karena berselang sehari kemudian tepatnya Rabu 3 Juli 2024 Vihara Kong Miao Sriwijaya juga kembali disatroni maling. Kami dapati kusen jendela rusak seperti bekas dicongkel. Tapi pelaku tidak bisa masuk, karena ada besi di dalamnya,” ungkap Halim, pada Senin (8/7/2024).
Dalam peristiwa yang kedua itu, tidak ada barang yang hilang karena pelaku tak berhasil masuk ke dalam Kong Miao Sriwijaya. “Untungnya, peristiwa kemalingan yang kedua dan ketiga tidak ada barang yang hilang karena sebelumnya sejak pencurian pertama kami sudah mempertebal keamanan di lokasi. Bukti rekaman CCTV saat ini sudah diminta oleh pihak kepolisian guna menangkap pelakunya,” tutupnya.
Sementara itu, Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Harryo Sugihhartono mengatakan kasus pencurian tempat ibadah di Kelenteng Kong Miau di dalam Kawasan Jakabaring Sport City (JSC) Palembang terus diselidiki anggota Satreskrim Polrestabes Palembang.
“Setelah menerima laporan dari pengurus kelenteng, anggota langsung menindaklanjutinya. Semoga dalam waktu dekat ini para pelakunya bisa segera kita tangkap, hal ini menjadi atensi karena kasus ini untuk kepentingan semua pihak, terutama umat Konghuchu,” terang Kapolrestabes saat dikonfirmasi wartawan, pada Senin (8/7/2024).
Barang-barang yang hilang dicuri para pelaku, menurut Kombes Pol Harryo, merupakan barang penting yang digunakan umat Konghucu untuk beribadah didalam tempat ibadah mereka kelenteng atau Vihara Satria Dharma Sriwijaya Palembang.
“Laporan yang kita terima ada 5-6 tempat dupa yang hilang, Alat semprot racun rumput, serta barang penting lainnya di dalam vihara dengan nilai total kerugian mencapai Rp 50 juta lebih. Kami mohon doanya semoga pelaku bisa segera ditangkap supaya benda yang hilang bisa kita temukan dan bisa dipergunakan kembali untuk melakukan ritual beribadah bagi saudara kita umat Konghucu,” tutupnya. ()











