Palembang, Sumselupdate.com – Setelah sempat menjadi buronan polisi, akhirnya anggota unit Pidum dan Tekab 134 Satreskrim Polrestabes Palembang menangkap salah satu anggota geng motor yang mengaku-ngaku sebagai anak polisi, Senin (20/5/2024).
Diketahui pelaku ini merupakan pelaku pengeroyokan terhadap korban Surya Saputra (20), seorang mahasiswa di Palembang, yang terjadi di Kecamatan Jakabaring, dan sempat viral di media sosial (medsos) beberapa waktu lalu.
Pelaku yakni MS alias Ucok (23), warga Jalan Gubernur H Bastari Komplek Perumahan Ogan Permai Indah (OPI) 3 Jakabaring Palembang.
Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihhartono didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Palembang AKBP Haris Dinzah melalui Kanit Pidum dan Tekab 134 AKP Robert P Sihombing membenarkan adanya penangkapan salah satu dari beberapa pelaku yang melakukan pengeroyokan dan penganiayaan terhadap korban Surya, yang statusnya mahasiswa tersebut.
“Pelaku kita tangkap atas laporan korban Surya yang menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan di kawasan Jakabaring Palembang,” ungkap Robert saat dikonfirmasi melalui WhatsApp pribadinya, Selasa (21/5/2024).
Mulai dari melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), dan mengambil keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian, diakui AKP Robert, akhirnya pelaku berhasil ditangkap saat berada di tempat persembunyiannya.
“Dari keterangan saksi-saksi korban di TKP, akhirnya kita mendapati nama pelaku, dan langsung kita tangkap ditempat persembunyiannya,” terangnya.
Masih kata AKP Robert, selain mengamankan pelaku, turut juga diamankan barang bukti berupa sepeda motor yang digunakan dan pakaian yang dikenakan pelaku saat berada di lokasi kejadian Jalan Tegal Binangun, Kecamatan Jakabaring Palembang pada Sabtu (11/5/2024) malam.
“Masih ada pelaku lain yang masih buron, nama-namanya sudah kita kantongi dan hingga kini masih dilakukan pengejaran. Atas perbuatannya, pelaku terancam dengan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan, ancamannya lima tahun penjara,” tegas Robert.
Sementara dari pengakuan pelaku saat diperiksa, bahwa ia dan beberapa rekannya tidak terima saat kejadian mereka yang sedang asyik nongkrong diklakson oleh korban sehingga memicu emosi dan langsung mengeroyok korban sampai terjatuh ke aspal dari atas sepeda motor.
“Saya menyesal sudah mengeroyoknya. Saat kejadian kami emosi dengan korban karena mengklakson terus dan klaksonnya besar ketika kami sedang asyik nongkrong,” pungkasnya. (**)











