Waspada, di Lahat Terpantau Lima Titik Api, Pemicunya Bikin Miris

Minggu, 14 Agustus 2022
Kepala BPBD Kabupaten Lahat, Ali Apandi.

Laporan: A Putra

Lahat, Sumselupdate.com – Sejak tanggal 1 hingga 12 Agustus 2022, terpantau lima  titik api di Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Read More

Data yang ada di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lahat, lima titik api itu berasal dari lahan petani yang dibersihkan, namun sampahnya dibakar petani.

“Titik api itu, selama 12 hari di awal Agustus 2022, sudah terpantau lima titik api, kita sudah pantau di lokasi, api itu ternyata petani membakar sampah rumput yang dibersihkan, namun terpantau satelit, alat pemantau titik api,” kata Kepala BPBD Kabupaten Lahat Ali Apandi, Minggu (14/8/2022).

Dikatakan Ali, namun, titik api yang terpantau itu, tidak berpotensi menyebabkan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

“Api masih terkendali, jadi tidak berpotensi Karhutla, terpantau di satelit, karena asapnya mengepul di udara. Namun tetap saja, petani tidak boleh membakar lahan, untuk membuka lahan,” ujar dia.

Ali menambahkan, sebagian besar, penyebab Karhutla di Kabupaten Lahat berasal dari warga membuka lahan membuka akses pertambangan batubara, dan kelalaian manusia.

“Kabupaten Lahat masuk urutan ketiga daerah paling rawan Karhutla di Sumsel, hal itu dilihat dari banyaknya jumlah titik api pada tahun lalu,” ungkapnya.

Dikatakan Ali, daerah paling rawan Karhutla, berada di Kecamatan Gumay Ulu, karena kawasan itu berada di atas bukit dengan banyak lahan pertanian kopi.

“Paling rawan di Gumay Ulu, kemudian Merapi, daerah Kikim Area. Kalau di Gumay Ulu, banyak orang membuka lahan untuk ditanami kopi,” terang dia.

Ali mengimbau, petani dan siapapun tidak diperkenankan membuka lahan, dengan cara membakar.

“Ada sanksi pidananya, jadi jangan lakukan hal itu. Kalau pun mau membuka lahan, ya jangan dibakar. Api kecil boleh, jangan sampai mengeluarkan asap mengepul, dan harus dikendalikan, karena api api itu, terpantau lewat satelit, dan tidak bisa bohong, pasti akan terpantau oleh alat dari Polda Sumsel dan Kodam II Sriwijaya, mereka punya alat pendeteksinya,” pungkasnya. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts