PALI, Sumselupdate.com – Hati-hati bagi orang tua yang punya anak kecil laki-laki kepada pria seperti Muhamad Nuri alias Nuri (43).
Karena, pria yang tercatat sebagai warga Desa Harapan Jaya Kecamatan Tanah Abang Kabupaten PALI ini kerap mencabuli bocah laki-laki yang tidak lain tetangganya sendiri.
Tak tanggung-tanggung, sedikitnya 15 bocah laki-laki sudah menjadi korban pencabulan Nuri.
Dalam melakukan aksi bejatnya, Nuri mengiming-imingi sejumlah uang, agar korbannya mau menuruti nafsu bejatnya tersebut dengan cara, dijilati alat kelamin korban atau oral seks.
Namun perbuatan bejat pelaku akhirnya terungkap setelah RA (12) seorang pelajar SD salah satu korbannya, menceritakan kejadian yang sudah dialaminya tersebut kepada kedua orang tuanya.
Tanpa panjang lebar, orang tua korban bersama warga lain menggelandang pelaku dan menyerahkannya ke pihak Polsek Tanah Abang, Rabu (21/9/2016) sekitar pukul 15.00 WIB.
Awalnya hanya diketahui jika korban cabul yang dilakukan Muhammad Nuri berjumlah satu orang. Namun setelah petugas melakukan pemeriksaan lebih lanjut, ternyata jumlah korban sebanyak 15 orang dan kesemua korban merupakan warga Desa Harapan Jaya.
Aksi pencabulan itu bermula dari tersangka menemui korban untuk diajak main kerumahnya dengan diiming-imingi akan diberi uang. Lantaran dibujuk rayu dan diimingi akan diberi uang para korban mau diajak ke rumah tersangka.
Dengan diiming-imingi uang Rp 2000, pelaku lantas memuaskan nafsu menyimpangnya itu.Setelah itu, korban disuruh pelaku pulang sambil mengatakan supaya para korban jangab menceritakan perbuatan tersebut kepada orang lain.
Kapolres Muara Enim, AKBP Hendra Gunawan SIk melalui Kapolsek Tanah Abang, AKP Sibero dan Humas Polres Muara Enim AKP Arsyad mengatakan, setelah dilakukan interogasi, tersangka mengakui jika telah mencabuli belasan anak dibawah umur dengan cara melakukan oral seks.
“Untuk sementara tersangka baru mengakui ada 15 orang anak yang dicabulinya. Tapi, kemungkinan jumlah korban lebih dari 15 orang anak. Untuk saat ini baru satu korban yang melapor,” ucapnya.
Diungkapkannya, melihat jumlah korban banyak, maka saat ini tersangka sudah diamankan pihaknya ke tempat yang kondusif guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Jadi untuk menghindari amukan warga, terutama dari keluarga korban, saat ini tersangka sudah kita amankan ditempat yang kita rasa kondusif,” terangnya. (adj)











