PALI, Sumselupdate.com – Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan (Distanakan) Kabupaten PALI, Torus Simbolon menyayangkan adanya saling klaim terhadap lahan cetak sawah yang ada di Desa Pengabuan Kecamatan Abab Kabupaten PALI oleh warga setempat.
Menurutnya, hal itu tidak perlu terjadi. Karena lahan cetak sawah seluas 1030 hektare tersebut merupakan program dari Pemerintah Pusat melalui TNI.
Untuk itu, pihaknya menyerahkan urusan tersebut dengan kepala desa setempat dan camat.
“Kalau masalah tersebut kita serahkan kepada Kepala Desa dan Camat. Namun tetap kita bantu dan segera akan kita ajak duduk bersama untuk memecahkan masalah itu,” jelas Torus.
Gejolak yang terjadi sekarang ini, lanjut Torus, diduga karena ada pengurangan rencana cetak sawah baru yang tadinya 1850 hektare di Desa Pengabuan menjadi 1030 hektare.
“Jumlah Kepala Keluarga (KK) di Desa Pengabuan lebih kurang 1500. Dengan adanya pengurangan ini, otomatis tidak seluruk KK bisa mendapatkan lahan tersebut, imbasnya warga saling klaim takut tidak kebagian. Namun kita punya solusi, bahwa prioritas yang mendapatkan hak mengelola lahan sawah baru adalah warga yang sudah lebih dahulu mengelola lahan disana sebelum lahan baru dibuka,” bebernya.
Ia juga mengungkapkan bahwa lahan sawah yang sudah selesai dicetak akan langsung diberikan kepada warga.
“Masalah pembagian diserahkan ke Kades dan Camat, dan penanamannya besok sudah akan dimulai, Pak Bupati juga rencananya akan hadir bersama Dandim Muara Enim. Kami juga berharap agar masyarakat bersabar serta mendukung program ini, karena dengan adanya program ini, masyarakat yang diuntungkan. Selain dapat lahan, juga diberi alat pendukung, bibit dan pupuk,” pungkasnya.
Sebelumnya, diberitakan bahwa saat ini terjadi saling klaim lahan antar warga, baik itu Warga Desa Pengabuan, Pengabuan Timur atau juga Desa Betung.
Pencetakan lahan sawah baru di Desa Pengabuan Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), tidak semulus yang diharapkan,selain terkendala cuaca, juga masalah status tanah yang akan di buka.
Seperti yang diungkapkan oleh Kepala Desa Pengabuan Anto Amri.
Diakuinya bahwa saat ini masyarakat ada yang berebut mengklaim tanah atau lahan cetak sawah yang sudah di Land Clearing (LC).
“Saat ini lahan cetak sawah sudah hampir selesai. Tinggal finishingnya saja. Namun sekarang, terkendala pada pembagian lahan,dimana banyak masyarakat yang mengaku-ngaku,” terang Anto. (adj)











