LKPI Prediksi Kuryana Azis dan Johan Anur Bakal Bersaing Ketat Rebut Kursi OKU 1

Minggu, 29 September 2019
Ilustrasi Kepala Daerah Terpilih

Palembang, Sumselupdate.com – Dua nama bakal calon Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) yang saat ini menjabat, Kuryana Azis dan Johan Anuar diprediksi akan bersaing ketat dalam memenangkan Pilkada Kabupaten OKU 23 pada September 2020 mendatang.

Kuryana Azis yang tercatat sebagai seorang petahana dan Johan Anuar sebagai seorang wakil petana, unggul dalam tingkat dikenalan (popularitas) dan  kesukaan (akseptabilitas) dari masing-masing calon lainnya.

Read More

Hal itu tercermin dalam temuan survei Lembaga Kajian Publik Independen (LKPI), yang melibatkan 820 responden dengan rentang waktu 15 -25 September.

“Dilihat dari temuan survei, popularitas dan akseptabilitas, dua nama ini yang kuat dikenal dan disukai masyarakat. Johan Anuar popularitasnya 94 % dengan akseptabilitas 95 %, Kuryana Azis popularitasnya 95 % dan akseptabilitas 97 %,” kata Direktur Eksekutif LKPI Arianto, Minggu (29/9/2019).

Sementara untuk balon lainnya masih belum berada di atas angka tersebut. “Tentunya, ini merupakan modal awal yang kuat untuk menarik elektabilitas yang baik dikemudian hari,” terang Arianto.

Lebih lanjut lembaga yang tergabung dalam Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (PERSEPI) ini menjelaskan, dalam teori ilmu perilaku pemilih, popularitas dan akseptabilitas merupakan modal utama bagi siapa saja yang akan maju dalam pertarungan pemilukada.

Mustahil kalau popularitas dan akseptabilitas yang rendah calon  akan memenangkan Pilkada. Ada juga popularitas yang tinggi tapi tidak sebanding dengan akseptabilitas dari calon. Hal yang demikian, tentunya merupakan modal yang buruk bagi calon yang akan maju dalam Pilkada.

“Jelas tergambar, popularitas dan akseptabilitas Johan Anuar dan Kuryana Azis berbanding lurus (linear) dengan akseptabilitas. Dalam hal ini, angka di atas 80 % bagi  Johan Anuar dan Kuryana Azis sudah merupakan modal kuat untuk bertarung, tinggal  sosialisasi dan kerja politik untuk meraih pemilih di masyarakat yang harus  di intenskan lagi,” bebernya.

Ditambahkan Arianto, mustahil ada pemilih yang akan memilih calon yang tidak dikenal dan disukai, kalaupun ada, itupun sangat kecil sekali.  Kuryana Azis dan Johan Anuar harus meraih simpati pemilih, itu kerja selanjutnya.

“Jelas, dalam hal ini Kuryana Azis sebagai seorang incumbent dan Johan Anuar sebagai wakil incumbent diuntungkan dalam hal ini untuk dikenal dan disukai masyarakat,” ungkapnya.

Ditambahakan mantan Tim Audit Konvensi Capres Partai Demokrat ini, mengingat Pilkada yang masih cukup lama jaraknya, sekitar satu tahun lagi, baik Kuryana  dan Johan Anuar mempunyai  peluang yang sama untuk meningkatkan angka elektabilitas masing-masing.

Selain itu, untuk calon-calon lainnya tidak tertutup kemungkinan bisa bersaing dengan Kuryana Azis dan Johan Anuar , asalkan sosialisasinya harus  melebihi dua calon tersebut. Peta politik masih bersifat cair dan tentunya akan berdampak dengan tarikan  elektoral masing-masing calon yang akan maju dalam Pilkada  OKU mendatang.

Ketika ditanya media, berapakah elektabilitas dari kedua calon yang memiliki angka popularitas dan akseptabilitas tersebut, dengan senyum lelaki yang biasa di sapa dengan nama Iyan ini menjawab, lupa angka pastinya.

“Kalau elektabilitas calon Kuryana Azis dan Johan Anuar, saya lupa angkanya. Namun , yang saya ingat dan perlu  harus digaris bawahi adalah, massa militan (pemilih kuat) dari masing-masing kedua calon masih di bawah 50 %,” paparnya.

“Artinya, secara statistik dan pengalaman kami survei, angka  elektabilitas itu masih belum “aman” dapat memenangkan pemilukada mendatang. Geseran tarikan elektoral akan terjadi  dari setiap calo, Kalau dari data survei,  kami prediksi , paling banyak ada tiga calon yang akan maju di Pilkada OKU mendatang,” Iyan melanjutkan.

Survei yang digelar LKPI melibatkan 820 responden dengan marjin of error +/- 3,5 % dengan selang kepercayaan 95 %.  Metode survei dengan menggunakan multistage random sampling dan peneliti lapangan (pewawancara) semuanya mahasiswa dari Palembang. (rel)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts