Baturaja, Sumselupdate.com – Nama Kapten Infantri Surasa yang sehari-hari menjabat Danramil di Koramil 12 Kota Baturaja mungkin tak asing lagi bagi masyarakat kota Baturaja. Ya, selama 11 tahun lamanya Surasa selalu menjadi komandan upacara peringatan kemerdekaan RI yang rutin diadakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab), OKU, setiap tahunnya di Bumi Sebimbing Sekundang.
Pria kelahiran Sragen 20 Mei 1968 ini mengaku, sangat bangga dan terima kasih atas kepercayaan yang diamanatkan pada dirinya baik itu diucapkannya pada kesatuannya serta kepada Pemkab OKU.
“Saya sangat bangga apalagi setiap hari besar saya selalu dipercaya jadi komandan upacara,” ungkap Surasa ditanya sesaat setelah dirinya menjadi komandan upacara peringatan HUT RI ke-71 di Baturaja, Rabu (17/8).
Meniti karir di TNI mulai dari pendidikan dari catam tahun 1989 scaba 1995 serta scapa tahun 2002, membuat mental Surasa teruji dan tak diragukan lagi hingga dia berturut turut dipercaya jadi komandan upacara.
Modal untuk jadi sukses akui Surasa tak begitu rumit, disiplin, etika dan melakukan pekerjaan selalu dengan senang hati adalah kata kuncinya. Apalagi menjadi komandan tentu ungkapnya harus benar dilakukan.
“Filosopi jelas harus disiplin, etika dijaga dan setiap pekerjaan lakukan dengan senangvhati. Kalau jadi komandan upacara tentu banyak syarat salah satunya suara harus lantang lugas dan mental,” ucap Surasa.
Suami dari Witriani pun menceritakan sekilas sukaduka selama dirinya menjadi komandan upacara khusunya di Kabupaten OKU. Nah itu tadi kata dia, sukanya adalah bangga bisa mengomandani setiap peserta upacara disaat upacara untuk menghormati bendera merah putih sebagai lambang negara, pun dukanya dirinya mengaku tak terlalu banyak bahkan mungkin dianggapnya tidak ada.
“Mungkin tersita waktu sedikit tapi itu tak jadi masalah bagi saya karena tadi bekerjalah sepenuh hati dan disiplin tak melakukan pelanggaran yakin semua akan lancar,” ungkap Surasa yang pernah menjadi prajurit teladan itu.
Hal menarik selama menjadi komandan sendiri terang dia, yakni saat dirinya disalami langsung oleh Bupati kala itu Edi Yusup sesaat setelah upacara dan hal itu menjadi suatu kebanggaan sendiri baginya.
“Selesai upacara dihadapan ratusan peserta upacara saya disalami langsung pak Edi dan itu tidak saya sangka momen yang tidak bisa dilupakan,” akunya.
Telah banyak prestasi diraih bapak tiga anak ini , Widia Endang lestari, Ajeng Melina Nurul Huda, M Fahri Wira Utama, diantaranya tahun 2003/2004 terlibat Oprasi Darmanusa, Oprasi Seroja tahun 90/91 jajak pendapat di Papua, prajurit teladan tahun 2004 yang ia dapatkan di Kodam dua Sriwijaya sehingga mendapat hadiah naik haji, Komandan dari tahun 2004 di Irian jaya, komandan Upacara tahun 2005 di Kabupaten OKUS dan pelatih paskib OKU hingga sekarang.
“Kalau naik haji dari Kodam Dua Sriwijaya karena saya terpilih prajurit teladan saat itu,” tambahnya.
Tak lupa pesan disampaikan Suraya khusunya untuk generasi muda, dirinya mengaku di usia Indonesia yang menginjak 71 tahun tentu tantangan semakin berat oleh karenanya Surasa berpesan selalu melakukan hal positif, menjaga etika sesuai jati diri bangsa ramah tamah dan tentu berusaha dengan sungguh sungguh disiplin terus ditanamkan dalam jiwa.
“Kita boleh mencontoh hal yang berhasil sekarang, tidak melakukan pelanggaran dan lakukan setiap pekerjaan apapun itu dengan senang hati hasil yang akan dicapai insya allah memuaskan,” pesannya.
Kedepan tak banyak cita-cita yang diharapkan Surasa, dirinya mengaku khusus di karier cukup sampai disini saja yang.”Saya fokus sekarang mendidik anak saya untuk berhasil,” begitu kata Surasa. (yan)











