Baturaja, sumselupdate.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) kedatangan tamu dari Komisi I DPRD kabupaten Pesisir Barat, Lampung, Kamis (29/3/2018).
“Kita ingin belajar banyak di sini. Terutama dalam hal pengelolaan anggaran, pengadaan, pembuatan Perda dan lain-lain,” ujar ketua rombongan, Ali Yudiem, yang juga wakil ketua komisi I DPRD Pesisir Barat kepada sumselupdate.com.
Dalam pertemuan tersebut, Ali terpesona dengan sarana dan prasarana terutama mobilier yang ada di gedung wakil rakyat OKU itu.
Ya, fsilitas yang ada di gedung dewan itu menurut dia, sangat memadai bahkan terbilang sangat bagus. Apalagi meja, kursi dan lemari yang ada.
“Fasilitas yang ada ini menonjolkan keaslian daerah. Sangat unik bagi saya. Semuanya jati ukir. Mulai dari kursi dan mejanya. Ini luar biasa,” puji Ali.
Ketika ditanya kenapa memilih OKU dalam kunjungan kerja ini, Ali menjelaskan bahwa, pertama kabupaten OKU ini merupakan salah satu kabupaten tua. Dan kedua memang bertetangga dengan daerahnya.
“Dan yang terpenting, OKU ini kan telah melahirkan ‘anak’, yakni OKUT dan OKUS. Kami berharap ke depan OKU dapat berkunjung ke daerah kami. Karena, walau kami daerah baru, tapi kabupaten Pesisir Barat ini merupakan daerah tujuan wisata. Silahkan berkunjung,” katanya.
Lebih lanjut, dijelaskan dia, bahwa DPRD Pesisir Barat memang belum punya kantor. Termasuk dengan kantor Bupati.
“Kalau kantor Bupati saat ini baru berjalan (pembangunan-red). Sementara untuk kantor dewannya hampir finishing. Jadi untuk sementara ini, kami masih menumpang di gedung SMP,” beber Ali.
Rombongan tersebut diterima oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD OKU, Robi Vitergo beserta para Kabag di Sekretariat DPRD setempat.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD OKU, Robi Vitergo menyambut baik atas kunjungan rombongan DPRD Pesisir Barat.
Terkait dengan pujian dari tamu mereka mengenai meubiler yang ada di gedung DPRD OKU, Robi juga memberikan apresiasi yang tinggi.
“Ya, jika mereka tertarik, kita tentu bangga. Artinya fasilitas kita bagus. Dan ini memang ukiran. Tapi saya tidak tahu ukiran dari daerah mana,” ucapnya. (wid)











